Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Bunda PAUD Kalimantan Timur (Kaltim), Norbaiti Isran Noor mengisahkan dua ikan pesut yang bernama Uut dan Uti kepada cucunya, Samudera untuk memberikan edukasi agar mencintai lingkungan.

Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Norbaiti kampanyekan kepada anak-anak untuk mencintai lingkungan. Melalui video youtube di akun Pokja Bunda PAUD Kalimantan Timur yang diupload pada Rabu (21/7/2021), Istri Gubernur Kaltim itu memberikan edukasi kepada anak-anak untuk mencintai lingkungan.
“Pesut adalah binatang mamalia yang bentuknya mirip lumba-lumba dan termasuk hewan langka di dunia. Pesut hanya ada di perairan sungai pulau Kalimantan. Jumlahnya pun tidak lebih dari 76 ekor,” kata pembuka video youtube yang diunggah oleh Humas Pemprov Kaltim.
Ketua TP PKK Kaltim itu menceritakan kepada anak-anak Indonesia mengenai dua ekor ikan pesut yang bernama Uut dan Uti. Dimana keduanya hidup di sekitar Danau Semayang, Kutai Kartanegara.
Terlihat dalam video tersebut, Samudera sangat antusias mendengarkan cerita neneknya.
“Hari ini Bunda Norbaiti akan bercerita Uut dan Uti, Si Pesut Mahakam ditemani oleh Samudera,” ucap Norbaiti dalam video youtube berdurasi 3 menit 20 detik itu.
Dua ekor pesut menyelam ke sana kemari. Dia mengitari Danau Semayang. Dan di pinggir danau itu, banyak pohon-pohon.
Tanpa disadari, Uti tertinggal jauh dari Uut. Perhatian Uti tertuju kepada sebuah benda berwarna biru dan bening.
“Uti tersedak, ternyata yang ditelan Uti tadi adalah sampah plastik. Akhirnya Uut menolong uti karena Uti tidak bisa bernapas lagi. Kemudian mereka muncul di permukaan,” sambung Norbaiti.
Mereka meminta tolong kepada nelayan atau masyarakat yang ada di sekitar danau. Namun Uut kecewa terhadap respon masyarakat.
“Horee… ada pesut timbul,” ungkap masyarakat dalam cerita tersebut.
Lalu ada seorang nelayan yang memahami Uut. Kemudian nelayan itu berenang menuju Uut untuk menolong Uti. Ada nelayan yang membantu mengangkat Uti.
Salah seorang nelayan, Pak Ulay membawa Uti ke dokter hewan. Namun tetap tidak tertolong.
Uut melihat dari kejauhan dan merasa sedih karena sudah tidak ada lagi teman bermainnya.
“Andai tidak ada orang yang membuang sampah ke danau, pasti Uut masih bisa bermain dan bersenang-senang dengan Uti di Danau Semayang,” ucap lirih Norbaiti.
Dalam video tersebut, Norbaiti menyampaikan pesan penting yang diambil dari kisah Si Pesut Mahakam. Masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan sejak dini mendidik anak-anak untuk mencintai lingkungan dan alam sekitarnya.

