Reporter: Dina – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Meluasnya wabah Covid-19, berakibat mengurangi aktifitas masyarakat di luar rumah. Hal tersebut juga terjadi pada kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, yang saat ini menerapkan untuk bekerja dirumah. Akibatnya, KPU menunda pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Komisioner KPU Samarinda, Nina Mawaddah, kepada insitekaltim.com via telepon Sabtu (21/3/2020) mengatakan, KPU sedianya menjadwalkan pelantikan PPS pada Minggu, (22/3/2020) besok, namun harus diundur. “Karena melihat situasi pada saat ini yang tidak memungkinkan menggelar kegiatan yang dihadiri banyak orang,” ujarnya.
Nina menyampaikan, masih belum bisa memastikan kapan akan dilaksanakan pelantikan. “Kami akan mengusahakan awal April mendatang,” ucapnya.
Lanjutnya, semua yang dinyatakan lulus PPS sudah bisa bekerja per tanggal 26 Maret untuk melakukan verifikasi faktual dengan menggunakan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan KPU.
Ia membeberkan, awalnya KPU tetap ingin melantik anggota PPS dengan membagi komisioner diberbagai kecamatan sesuai Koordinator Kecamatan (Korcam). “Namun melihat kondisi yang tidak memungkinkan, kami putuskan menunda dan mengeluarkan SK terlebih dahulu,” jelasnya.
Lebih lanjut SK yang diberikan ke PPS, akan ditandatangani oleh PPS, itu pakta integritas setelah menerima SK. Selanjutnya, anggota PPS dapat berkoordinasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Jadi anggota PPS tidak perlu ke KPU,” ucapnya.
Nina menambahkan, saat ini semua pekerjaan dialihkan ke rumah masing-masing, untuk verifikasi administrasi (Vermin) pasangan perseorangan sudah selesai dan sekarang tinggal membagi tugas kepada PPS terpilih untuk verifikasi faktual (Verfak) dilapangan.
“Semua anggota PPS terpilih saat menjalankan tugas dilapangan melaksanakan verfak, nantinya akan dilengkapi alat pelindung diri seperti masker dan antiseptik lainnya. Karena kami juga tetap menjaga keselamatan kesehatan bagi anggota yang sedang bekerja,” pungkasnya.

