Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Perdana Digelar, BPSDM Kaltim Tingkatkan Kompetensi ASN di Bidang Penulisan dan Publikasi

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Annisa Pohan Ajak Masyarakat Banyak Berolahraga, Hindari Penyakit Jantung
    Nasional

    Annisa Pohan Ajak Masyarakat Banyak Berolahraga, Hindari Penyakit Jantung

    ArumBy ArumFebruari 28, 2026Updated:Maret 1, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Tekis : Annisa Pohan, Istri Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono,
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekalti,Jakarta– Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono mengajak semua peserta Webinar dalam rangka ulang tahun Klub Jantung Sehat (KJS) ke 48 untuk terus menjaga kesehatan jantung.

    Imbauan ini disampaikan dihadapan ribuan peserta webinar dari Sabang sampai Merauke yang diikuti oleh para Pengurus YJI Pusat, YJI Cabang Provinsi, maupun YJI Cabang Kabupaten/Kota serta Klub-Klub Jantung Sehat di seluruh Indonesia.

    Teks : Pamlet Jatung Sehat

    Istri Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan data yang cukup mencengangkan.

    Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI)Annisa Pohan yang juga sebagai istri Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, jumlah pasien penyakit jantung berdasarkan kelompok usia 25-34 tahun mendominasi dengan jumlah 140.206 orang.

    :Jumlah ini sedikit di atas kelompok usia 15-24 tahun yang mencapai 139.891 orang,”ungkap Annisa Pohan, Sabtu,28 Februari 2028.

    Fakta ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat penyakit jantung biasanya didominasi pada usia yang lebih tua. Namun kenyataan menunjukkan bahwa kelompok usia muda, khususnya usia 25-34 tahun dan usia 15-24 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terkena penyakit jantung.

    Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya penderita penyakit jantung di kalangan anak muda adalah gaya hidup yang tidak sehat. Seperti kurangnya aktivitas fisik. Budaya ”mager”, malas gerak.

    “Pola makan yang tidak seimbang, serta tingginya konsumsi alkohol dan rokok, termasuk rokok elektrik,”urainya.

    Pada bagian lain, Prof. Dr. dr. Dede Kusmana, Sp.JP., FACC., salah satu pendiri Klub Jantung Sehat (KJS) pada tanggal 28 Februari Tahun 1978 menjelaskan, bahwa selama 1 tahun, anggota KJS Jakarta baru sebanyak 35 orang, dan saat ini sudah puluhan ribu jumlah anggotanya di seluruh Indonesia.

    Prof. Dede diangkat sebagai guru besar Universitas Indonesia pada Tahun 2003 dan mendedikasikan pada pengayaan ilmu kedokteran di almamaternya, yaitu Universitas Indonesia. Saat ini Prof Dede di kepengurusan YJI didaulat sebagai Pembina.

    Pria yang cukup relegius masih enerjik ini sudah ratusan kali menjadi pembicara pada seminar atau pertemuan nasional maupun internasional dan tidak terhitung lagi publikasi ilmiah di bidang kesehatan jantung. Ia banyak menjelaskan tentang sejarah berdirinya Yayasan Jantung Indonesia sejak Tahun 1974 hingga sekarang.

    Pembicara kedua, dr. Bambang Dwiputra. Dokter Bambang adalah seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang sangat berpengalaman. Sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

    Ia memiliki keahlian di bidang kardiologi intervensi. Selain itu, dr. Bambang juga aktif dalam berbagai organisasi profesional, seperti Indonesia Heart Association dan European Society of Cardiology. Beliau juga telah banyak melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang kardiologi, terutama tentang rehabilitasi jantung dan pencegahan penyakit kardiovaskular.

    Pada sesi kedua ini, dr. Bambang mengawali paparan dengan menampilkan slide, bahwa makanan enak dan terkenal di dunia pada peringkat satu dan dua, berasal dari Indonesia, yaitu makanan rendang dan nasi goreng.  Ia mengingatkan bahwa pola makan itu dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

    Menurutnya, banyak faktor resiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung di Indonesia. Prevalensi terbesar adalah akibat kurang aktivitas, atau ”mager”, malas gerak mencapai 34,3%, obesitas (kegemukan/over weight) sebesar 30,5%, hipertensi atau tekanan darah tinggi sebesar 29,6%, merokok 28,3% dan karena diabetis melitus sebesar 1,8%.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ada tanda-tanda atau gejala seseorang terkena penyakit jantung. Di antaranya, 1 nyeri dada atau dada tidak nyaman, 2 sempoyongan/pusing, mual atau muntah; nyeri menjalar pada rahang, leher atau tembus ke punggung; 4 nyeri menjalar hingga ke lengan/bahu kiri; dan 5 sesak nafas.

    Selain itu, ia menyarankan agar rutin berolahraga aerobik (lari, jalan, senam) setiap minggu antara 150 – 300 menit atau kalau dirata-ratakan setiap hari sekitar 30 menit. Namun dua hari di antaranya diselingi dengan olahraga beban, supaya kekuatan otot tetap terjaga.

    Di akhir paparannya, dr. Bambang menjelaskan mengapa Ramadan baik untuk jantung? Pertama, karena perubahan pola makan. Makan menjadi teratur dan ada saatnya istirahat tidak makan untuk jangka waktu tertentu.

    Ini dapat memperbaiki metabolisme. Kedua, saat puasa tubuh mengalami beberapa perubahan positif, seperti proses pembersihan sel-sel rusak, membuat tubuh lebih sehat. Ketiga, membantu kontrol gula darah dan membantu peningkatan pembakaran lemak.

    “Pada akhirnya puasa dapat membantu menurunkan berat badan. Tidak kalah pentingnya puasa menjadi momentum membentuk kebiasaan sehat.”jelasnya.

    Ia memberikan tips tentang bagaimana sahur yang ramah jantung? ”Makan karbo hidrat kompleks (oat, nasi merah). Protein cukup (telur, ikan, tahu/tempe).

    Webinar yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam diikuti oleh seluruh peserta dengan sangat antusias. Karena kapasitas atau kuota zoom meeting tidak mampu menampung seluruh peserta, maka dari YJI Pusat juga menyediakan fasilitias melalui YouTube YJI live streaming.

    Sekretaris YJI Kaltim, Jauhar Efendi  mengatakan bahwa Pengurus YJI Kaltim termasuk Kabupaten/Kota dan Klub-Klub Jantung Sehat yang ada di Kaltim juga turut menyimak dengan sungguh-sungguh. Setelah paparan dua narasumber, kemudian diberikan kesempatan sesi tanya jawab.

     

    Annisa Pohan Kaltim SKI Yayasan Jantung Sehat
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Arum

    Related Posts

    Persiapan Lebih Matang, 3.166 Jemaah Haji Kaltim Siap Berangkat

    April 9, 2026

    Andi Harun Soroti Ancaman Ketahanan Pangan, Ingatkan SDA Kaltim Tak Boleh Dihabiskan

    April 4, 2026

    Kaltim Kaya Rakyat Belum Sejahtera, Andi Harun Bongkar Masalah Distribusi

    April 4, 2026

    THR Tenaga Ahli DPRD Kaltim Tertunda, DPRD Pastikan Tetap Dibayarkan

    April 3, 2026

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    IKMT Siap Berkontribusi untuk Pembangunan Kaltim, Soroti Akses Fasilitas Pemerintah

    Maret 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    Andika SaputraApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) Mohammad Sukri mengapresiasi…

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Perdana Digelar, BPSDM Kaltim Tingkatkan Kompetensi ASN di Bidang Penulisan dan Publikasi

    April 15, 2026

    Andi Harun Tegaskan Samarinda Mampu Bayar Tapi Secara Hukum Tidak Benar

    April 14, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026
    1 2 3 … 3,057 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.