Artikel ini telah dilihat : 183 kali.
oleh

57 Sekolah Dasar di Kutim Dapat Bantuan DAK Fisik 2021

Reporter: Nuril – Editor: Redaksi

Insitekaltim, Sangatta – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Roma Malau menyampaikan, terdapat 57 Sekolah Dasar (SD) di Kutim mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2021.

Sekolah yang mendapatkan bantuan ini merupakan SD yang terdaftar dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Hal ini juga berkat sinergitas antara pihak kepala sekolah dengan operator dalam melengkapi berkas untuk pendaftaran bantuan.

“Pencapaian ini terwujud lantaran sinergitas antara Kepala Sekolah dengan operatornya,” ujar Roma saat ditemui usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta pada Senin (12/4/2021)

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Roma Malau saat mengisi acara Rapat Koordinasi (Rakor) Sekolah Penerima DAK Fisik tahun 2021 dan Perencanaan DAK Fisik tahun 2022 oleh Subbidang SD Disdik Kutim

Meskipun begitu, dari 194 SD Negeri yang berada di Kutim, tidak semua mendapatkan bantuan.

Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang pun berharap agar kedepan, setiap sekolah benar-benar memperhatikan tata cara yang harus dilakukan untuk bantuan  di tahun selanjutnya.

“Harapannya semua sekolah di Kabupaten Kutai Timur bisa mendapatkan bantuan DAK Fisik di tahun selanjutnya,” ujar Kasmidi.

Pada kesempatan yang sama, Kasmidi menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten sedang menggandeng perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan di Kutim. Salah satunya pembangunan maupun perbaikan fasilitas pendidikan.

“Harapannya satuan pendidikan di wilayah Kutim dapat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan optimal sehingga tenaga kerja perusahaan dapat terpenuhi oleh lokal,” pungkas Kasmidi.

Kondisi acara Rapat Koordinasi (Rakor) Sekolah Penerima DAK Fisik tahun 2021 dan Perencanaan DAK Fisik tahun 2022

Sebagai informasi bantuan DAK Fisik tahun 2021 terdiri dari beberapa jenis paket. Di antaranya kategori ruang kelas baru (RKB), toilet beserta sanitasinya, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Ruang Perpustakaan beserta perlengkapannya, penambahan Ruang Guru, Ruang Pusat Pendidikan, Laboratorium Komputer beserta perangkatnya, dan Ruang TIK serta media pendidikan.

Baca Juga :  Di Kutim Belum ada E-KTP Transgender, Sulastin: Harus Rekomendasi Pengadilan Negeri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot News