Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»57 Kasus Dalam 3 Bulan, DPRD Evaluasi Kinerja DP2PA Samarinda
    DPRD Samarinda

    57 Kasus Dalam 3 Bulan, DPRD Evaluasi Kinerja DP2PA Samarinda

    Adit MustafaBy Adit MustafaApril 4, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, Rabu (3/4/2024).

    RDP itu bertujuan untuk mengevaluasi kinerja DP2PA dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti.

    Menurut Sri Puji Astuti, sejak awal tahun hingga Maret 2024, sebanyak 57 kasus telah masuk ke Rumah Penanganan atau UPTD Perlindungan yang disediakan oleh pemerintah.

    “Kami melihat bahwa ada 57 kasus yang sudah ditangani sejak Januari hingga Maret,” ujarnya.

    Sri Puji Astuti juga mencatat bahwa Samarinda tergolong sebagai kota dengan tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

    Namun demikian, Sri Puji Astuti menyambut baik tindakan masyarakat yang semakin berani melaporkan kasus kekerasan, menganggapnya sebagai kemajuan dalam pencegahan kekerasan.

    “Biar saja di Kaltim kita sebagai kasus kekerasan tertinggi, saya senang artinya kita berani melaporkan, tahu fungsi penggunaan rumah perlindungan,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Sri menegaskan peran DP2PA sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menangani kasus-kasus yang dilaporkan.

    RDP ini menjadi momen evaluasi terhadap sejauh mana DP2PA menjalankan perannya dalam menangani kasus-kasus tersebut.

    “Kami melakukan evaluasi untuk melihat apakah DP2PA telah menjalankan programnya secara maksimal atau tidak,” ungkapnya.

    Sri Puji Astuti juga menyoroti pentingnya kerja sama antara DP2PA dengan pihak terkait, terutama dalam penanganan kasus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Kerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya menjadi kunci dalam menangani kasus-kasus ini.

    “Tidak hanya kekerasan terhadap perempuan, namun semua kasus termasuk ABH membutuhkan kerja sama yang baik,” tegasnya.

    Sri Puji Astuti juga menyoroti upaya DP2PA dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan keberanian melaporkan kasus kekerasan.

    “Sosialisasi dan edukasi yang dilakukan DP2PA sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melawan kekerasan,” tambahnya.

    RDP ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan efektivitas DP2PA dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Samarinda.

    DP2PA RDP Sri Puji Astuti
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Enam Raperda Di Luar Jalur Disepakati, DPRD dan Pemkot Samarinda Kejar Target Satu Tahun

    Mei 14, 2026

    Fokus Bisnis Dipertanyakan, DPRD Samarinda Desak Varia Niaga Tingkatkan Kontribusi PAD

    Mei 8, 2026

    Evaluasi WFH Capai 94,5 Persen, Wali Kota Samarinda Soroti OPD yang Belum Patuh

    April 24, 2026

    Salah Ukur Ulang, Lima KK di Palaran Terancam Kehilangan Lahan Bersertifikat

    April 22, 2026

    DPRD Kaltim Dorong Bankeu Tetap Berjalan di Tengah Pemangkasan Dana Transfer

    April 6, 2026

    Kontribusi Besar Pembangunan Minim, IMABA Desak Transparansi APBD Kukar untuk Muara Badak

    April 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Ratu ArifanzaMei 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Arah baru organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai…

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026
    1 2 3 … 3,094 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.