Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    July 26, 2026

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran
    Pemerintah

    38 Desa di Kaltim Masih Blank Spot Internet, Terkendala Listrik dan Anggaran

    SittiBy SittiMay 29, 2026Updated:July 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pemprov Kaltim masih menargetkan penyelesaian pemasangan jaringan internet di 38 desa tersisa yang terkendala listrik dan anggaran. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program internet desa yang menjadi bagian dari program Gratispol Pemerintah Provinsi Kaltim belum sepenuhnya rampung hingga pertengahan 2026.

    Dari total 841 desa yang menjadi target pemasangan jaringan internet, masih terdapat 38 desa yang belum terpasang layanan akibat keterbatasan anggaran dan belum tersedianya akses listrik.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, sebagian besar desa sebenarnya sudah menikmati layanan internet melalui program tersebut. Namun sejumlah wilayah terpencil masih menghadapi kendala mendasar, terutama persoalan elektrifikasi.

    “Dari 841 desa, 804 sudah terpasang. Sisanya 38 desa memang masih menunggu anggaran perubahan dan ada juga yang terkendala karena listriknya belum ada,” ujarnya saat ditemui, Jumat, 29 Mei 2026.

    Persoalan listrik menjadi tantangan utama dalam penyelesaian program internet desa. Sebab jaringan internet tidak mungkin dioperasikan tanpa pasokan listrik yang memadai.

    “Kalau listrik tidak ada, ya bagaimana caranya pasang internet,” katanya.

    Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp5 miliar dalam APBD Perubahan 2026 untuk mendukung penyelesaian pemasangan jaringan internet di desa-desa tersisa.

    “Pak Gubernur kasih sekitar Rp5 miliar untuk anggaran perubahan. Mudah-mudahan cukup, kita maksimalkan,” ucap Faisal.

    Meski demikian, situasi pengetatan anggaran saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi percepatan program digitalisasi desa. Kendati begitu, Diskominfo Kaltim tetap optimistis target penyelesaian dapat terus dikejar secara bertahap.

    Faisal menjelaskan, kewenangan Diskominfo hanya sebatas penyediaan jaringan dan layanan internet. Sementara persoalan listrik berada di bawah kewenangan sektor energi dan PLN.

    “Kominfo hanya jaringan dan internetnya. Listrik bukan kewenangan kami,” tegasnya.

    Ia menyebut PLN sebelumnya menargetkan seluruh wilayah bebas dari persoalan elektrifikasi pada 2030. Namun target tersebut kini dipercepat menjadi 2027 hingga 2028, termasuk untuk wilayah Kaltim.

    “PLN targetnya sekarang dipercepat jadi 2027 atau 2028. Mudah-mudahan 2027 selesai. Kalau listrik ada aman, tapi kalau listrik enggak ada bagaimana? Masa pakai genset terus,” katanya.

    Program internet desa menjadi salah satu prioritas Pemprov Kaltim untuk memperluas akses digital hingga wilayah pedalaman dan terpencil.

    Selain mendukung pelayanan publik dan pendidikan, jaringan internet juga diharapkan membuka akses ekonomi digital bagi masyarakat desa.

    Namun di lapangan, persoalan infrastruktur dasar seperti listrik masih menjadi hambatan utama pemerataan layanan digital di sejumlah kawasan pelosok Kaltim.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Rudy Mas’ud Akan Benahi Daya Tampung Sekolah Usai Kisruh SPMB

    July 25, 2026

    BPBD Kaltim Siapkan Rehabilitasi Bencana Berbasis Gender

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026

    Berdasarkan Data Sudah 149 Kasus Kekerasan Terjadi di Kota Samarinda Semester I – 2026

    July 24, 2026

    Konflik Kepentingan Terendus di BUMD Samarinda, Wali Kota Pastikan Ada Sanksi

    July 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Nur AjijahJuly 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gedung Pandurata akan difungsikan sebagai pusat layanan rawat inap baru RSUD Abdul…

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    July 26, 2026

    Dikiranya Keren, Ternyata Jurusan Kuliah Favorit Orang Indonesia Ini Malah Dibuang oleh China

    July 26, 2026
    1 2 3 … 3,240 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.