Insitekaltim, Samarinda — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Samarinda telah mencapai 21 gerai dari total 59 koperasi yang dibentuk di setiap kelurahan. Namun, seluruh gerai tersebut belum beroperasi karena masih ada sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskumi) Kota Samarinda, Jusmaramdhana Alus, mengatakan 20 gerai yang masuk gelombang pertama pada dasarnya sudah layak digunakan. Meski demikian, sejumlah fasilitas pendukung masih belum tersedia sehingga operasional belum dapat dimulai.
“Dari gelombang pertama yang 20 itu sudah bisa dikategorikan layak digunakan, tapi dengan catatan,” Ungkap saat ditemui awak media. Senin, 19 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, fasilitas yang belum lengkap antara lain pendingin ruangan atau AC, etalase, mini showcase, freezer, hingga tempat tidur untuk klinik. Kelengkapan tersebut diperlukan agar gerai dapat menjalankan kegiatan usaha sesuai kebutuhan yang telah direncanakan.
Diskumi Samarinda, kata dia, akan mengumpulkan para pengawas dan ketua koperasi untuk menyampaikan persiapan menjelang operasional. Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan masing-masing koperasi sebelum mulai menjalankan usaha.
“Kita maunya serentak bisa dilaksanakan operasional dengan kebutuhan sarana prasarana yang memang sesuai yang disampaikan di awal-awal dulu,” Ucap Jusmaramdhana.
Selain pengurus koperasi, para manajer yang telah ditetapkan melalui surat keputusan Agrinas juga akan dikumpulkan. Mereka diminta melaporkan perkembangan dan menerima arahan mengenai langkah yang dapat segera dilakukan.
Untuk dukungan kendaraan, Jusmaramdhana menyebut KDKMP di Kelurahan Sungai Kupang menjadi lokasi pertama di Samarinda yang menerima satu unit truk dan satu unit mobil double cabin.
Meski begitu, jadwal operasional seluruh gerai masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat, terutama terkait pemenuhan fasilitas pendukung.
“Seharusnya sebagaimana yang disampaikan oleh pihak kementerian kepada kami di daerah, kita bergerak secepat-cepatnya. Tapi ya tetap kembali, bisa beroperasi kalau sarana prasarananya ada,” pungkasnya. (ADV)

