Insitekaltim, Samarinda – Warga yang menghadiri kegiatan pembagian takjil di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda pada Jumat, 6 Maret 2026 memberikan apresiasi atas kegiatan yang dinilai membantu masyarakat selama Ramadan.
Salah seorang warga Ida mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hal yang sangat baik karena dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi momen berkumpul.
“Menurut saya ini kegiatan yang bagus, selain membantu masyarakat juga jadi momen berkumpul dan kita bisa mendoakan pimpinan agar ke depan daerah ini semakin maju,” ujarnya.
Meski demikian, Ida menyoroti adanya kendala bagi sebagian warga yang tidak kebagian takjil setelah menunggu lama di antrean.
Ia mengaku sudah mengantre sejak pukul 12.30 WITA. Namun menurutnya, ada beberapa warga terutama anak-anak pada rombongan terakhir yang tidak mendapatkan takjil karena stok telah habis.
“Kasihan juga yang sudah antre lama di panas, tapi pas sampai di depan ternyata takjilnya sudah habis,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Mama Eka. Ia menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, pembagian takjil sebaiknya memprioritaskan anak-anak dan orang tua agar mereka lebih mudah mendapatkan paket yang dibagikan.
Selain itu, ia juga menilai pengaturan antrean perlu diperbaiki agar tidak terjadi desakan antarwarga.
“Kalau bisa ada pembatas jarak antrean supaya tidak berdesakan dan tidak terlalu sumpek,” ucapnya.
Mama Eka juga menyarankan agar waktu pembagian takjil diundur, misalnya sekitar pukul 16.00 WITA, sehingga warga tidak perlu menunggu terlalu lama sejak pagi di bawah terik matahari.
Ia menuturkan, sistem pembagian takjil menggunakan kupon dengan ketentuan satu kupon untuk satu paket.
Menurutnya, sebagian warga bahkan sudah datang sejak pagi untuk mendapatkan kupon tersebut.
“Saya sendiri datang dari jam 11.00. Ada juga teman yang sudah parkir dari jam 09.00 sampai 10.00 pagi,” ungkapnya.
Mama Eka berharap ke depan jumlah takjil yang dibagikan dapat ditambah sehingga semua warga yang datang dapat memperoleh bagian tanpa harus berebut.
