Insitekaltim, Samarinda – Suasana ruang kuliah di IKIP PGRI Samarinda mendadak riuh ketika Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menyapa mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga dengan pekik khas karate, “Oosh!” pada Selasa, 25 November 2025.
Kedatangan Wagub bukan sekadar berkunjung, tetapi mengajar langsung materi tentang olahraga karate. Sebagai Ketua FORKI Kaltim periode 2025–2029 sekaligus penyandang sabuk hitam, Seno Aji membagikan pengalaman dan pengetahuan yang ia tekuni sejak lama.
“Hari ini terasa istimewa bagi saya, karena bisa mengajar langsung tentang karate,” ujarnya.
Saat bertanya siapa yang sudah mengenal karate, sebagian besar mahasiswa mengaku belum familiar. Kesempatan itu pun digunakan untuk memaparkan sejarah singkat karate yang lahir di Okinawa, Jepang, pada abad ke-14.
“Karate berkembang karena para samurai dilarang membawa senjata tajam. Karena itu disebut ‘tangan kosong’, bela diri tanpa senjata, hanya mengandalkan pukulan, tendangan, dan tangkisan,” jelasnya.
Tak berhenti di teori, Wagub Seno juga mempraktikkan beberapa gerakan dasar atau kihon, mulai dari kuda-kuda (dachi), pukulan (zuki), hingga tangkisan (uke). Para mahasiswa tampak antusias mengikuti penjelasan dan demonstrasi.

