Insitekaltim, Samarinda – Peta politik menuju Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2029 mulai bergerak lebih awal. Setelah Partai Gerindra lebih dulu memunculkan nama Helmi Abdullah sebagai figur yang dipersiapkan untuk kontestasi mendatang, Partai Demokrat kini mulai memiliki dua nama yang disebut berpeluang diusung.
Dua figur tersebut adalah Ketua DPC Partai Demokrat Samarinda Muhammad Barkati dan Anggota DPRD Samarinda Viktor Yuan.
Sinyal itu disampaikan kader Demokrat sekaligus Anggota Komisi III DPRD Samarinda Andriansyah. Namun partainya belum mengambil keputusan resmi, ia menyebut kedua nama tersebut saat ini menjadi figur yang paling potensial di internal Demokrat.
“Kalau dari Demokrat memang ada dua nama yang banyak dibicarakan, yakni Bang Barkati dan Bang Viktor Yuan. Tapi sampai hari ini belum ada keputusan resmi karena kami masih fokus menghadapi agenda internal partai terlebih dahulu,” kata Andriansyah saat ditemui, Selasa, 9 Juni 2026.
Demokrat masih akan menjalani proses konsolidasi organisasi mulai dari musyawarah daerah (Musda) hingga pemilihan kepengurusan tingkat kota sebelum membahas secara serius arah politik Pilwali Samarinda 2029.
Ia menilai kedua tokoh tersebut memiliki modal politik yang cukup kuat untuk dipertimbangkan.
Barkati dinilai memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Politikus Demokrat itu pernah menjabat Wakil Wali Kota Samarinda periode 2019-2021 mendampingi Syaharie Jaang dan sempat maju sebagai calon wali kota pada Pilwali 2020.
Sementara Viktor Yuan dianggap memiliki pengalaman politik yang matang sebagai legislator sekaligus aktif memimpin sejumlah organisasi kemasyarakatan.
“Kalau Bang Barkati jelas punya pengalaman di pemerintahan dan pernah ikut kontestasi Pilwali. Sementara Bang Viktor punya jam terbang politik yang juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Beliau aktif di DPRD dan banyak memimpin organisasi,” ujarnya.
Andriansyah mengatakan Demokrat tidak ingin tergesa-gesa menentukan figur. Ia mencontohkan dinamika yang terjadi di partai lain, di mana sejumlah nama sempat muncul sebelum akhirnya mengerucut menjadi satu kandidat.
“Prosesnya masih panjang. Sama seperti partai lain yang memunculkan beberapa nama terlebih dahulu sebelum menentukan siapa yang benar-benar akan diusung,” katanya.
Kualitas kepemimpinan dan kedekatan dengan masyarakat memang menjadi faktor penting dalam menentukan calon kepala daerah. Realitas politik menunjukkan kekuatan finansial masih menjadi salah satu variabel yang sulit diabaikan dalam kontestasi elektoral.
“Kalau bicara indikator ideal tentu yang dekat dengan masyarakat, punya kapasitas, dan mampu memimpin. Tapi kita juga tidak bisa menutup mata bahwa kekuatan finansial masih menjadi faktor yang sangat menentukan dalam politik hari ini,” ujarnya.
Meski demikian, proses penjaringan calon kepala daerah ke depan tetap mengedepankan kapasitas dan rekam jejak figur yang akan ditawarkan kepada masyarakat.

