Insitekaltim, Samarinda – Kondisi kualitas udara di Samarinda yang memburuk membuat kebutuhan perlindungan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan semakin mendesak. Pada Jumat 18 September 2026, sekitar 3.000 masker yang dibagikan Partai Demokrat Kaltim kepada pengguna jalan di kawasan Simpang Lembuswana habis dalam waktu kurang dari 30 menit.
Kualitas udara Samarinda sebelumnya sempat masuk kategori sangat buruk. Pemantauan Laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim pada Kamis kemarin pukul 07.00 WITA mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 357. Konsentrasi PM2.5 juga mencapai 194,42 mikrogram per meter kubik dan PM10 sebesar 306,65 mikrogram per meter kubik.
Sehari kemudian, pemantauan Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda pada hari ini pukul 10.00 WITA mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 84,7 mikrogram per meter kubik atau masih dalam kategori tidak sehat. BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi durasi aktivitas di luar ruangan.
Di tengah kondisi tersebut, DPD Partai Demokrat Kaltim membagikan masker secara langsung kepada pengendara di Simpang Lembuswana. Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Bambang Soepriyadi mengatakan pembagian dilakukan sebagai respons terhadap kondisi udara Samarinda.
“Kita hari ini melakukan pembagian masker dari Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Timur sebagai bentuk respons kita terhadap kondisi udara khususnya Samarinda yang hari ini sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Sebanyak 3.000 masker dibagikan kepada warga yang melintas. Menurut Bambang, masker tersebut habis dalam waktu kurang dari setengah jam saat dibagikan di persimpangan lampu merah.
“Sekitar 3.000 masker yang kita bagikan. Enggak sampai setengah jam sudah habis. Jadi pada saat lampu merah kita bagikan,” katanya.
Pembagian dilakukan di empat titik yang berada di kawasan Simpang Lembuswana, masing-masing dari arah Jalan M. Yamin, Jalan Sutomo, Jalan Pembangunan, dan Jalan Ruhui Rahayu. Sekitar 50 kader yang berasal dari DPD, DPC, hingga PAC Demokrat di Samarinda dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Bambang mengatakan kegiatan itu juga diarahkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko kesehatan akibat buruknya kualitas udara, khususnya bagi warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah.
“Intinya mengedukasi masyarakat bahwa sangat penting menggunakan masker untuk menjaga kesehatan pada saat melakukan aktivitas di luar ruangan,” katanya.
Ia juga berharap informasi mengenai perlindungan diri terhadap paparan udara buruk dapat diperluas melalui media sosial.
“Kita coba amplifikasi juga di medsos supaya informasi ini semakin menyebar edukasinya sehingga masyarakat Samarinda lebih aware terhadap kesehatan pribadi. Jangan menganggap remeh kondisi udara hari ini yang tidak baik-baik saja,” katanya.
Kondisi udara buruk di Samarinda sebelumnya juga telah berdampak pada aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota Samarinda menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi jenjang TK hingga SMP pada 17–19 September 2026 sebagai respons terhadap memburuknya kualitas udara.

