Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polnes Borong 9 Prestasi di KMIPN VIII 2026, Bawa Pulang Empat Gelar Juara I

    September 12, 2026

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    September 12, 2026

    Data BPJS Karyawan PT WOTS Tak Ditemukan di Disnaker, Statusnya Kini Ditelusuri

    September 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang
    Kesehatan

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 12, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: dr Tirta Mandira Hudhi saat memberikan penjelasan terkait pencegahan kerusakan tulang belakang. (Tangkapan Layar Youtube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim – Kerusakan tulang belakang yang sering kali baru dikeluhkan pada usia senja sejatinya merupakan hasil akumulasi dari kebiasaan buruk yang terus dilakukan sejak masa muda.

    Banyak masyarakat berasumsi bahwa masalah serius seperti Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit terjadi secara mendadak akibat satu insiden fisik yang spesifik. Padahal, fakta medis menunjukkan bahwa bantalan sendi tulang belakang mengalami degradasi bertahap akibat paparan gaya hidup yang salah secara terus-menerus, seperti postur tubuh yang buruk, beban berlebih, serta kurangnya aktivitas fisik.

    Indikasi tindakan bedah pada kasus struktur tulang belakang pada dasarnya merupakan langkah medis terakhir yang hanya disarankan ketika kondisi pasien telah memenuhi kriteria ketat, seperti nyeri yang tidak lagi tertahankan (intractable pain) atau adanya gejala kelumpuhan pada fungsi gerak tubuh.

    Penanganan edukatif sejak dini memegang peranan krusial agar kerusakan struktur tulang tidak semakin memburuk hingga memerlukan penanganan medis invasif.

    Sebagaimana ditegaskan oleh dr. Tirta Mandira Hudhi, “Kalau orang tidak perlu operasi tidak usah dioperasi, kalau orang sudah sampai operasi berarti sistem prevensinya gagal, sistem pendidikannya salah,” ujarnya.

    Prinsip mendasar dalam menjaga kesehatan sistem muskuloskeletal adalah mengutamakan pencegahan primer ketimbang penanganan pasca-kerusakan.

    Penyakit tulang belakang sering kali timbul sebagai akibat dari pola hidup yang tidak teratur serta pemaksaan beban fisik yang melebihi batas kemampuan kompensasi alami tubuh.

    Memperbaiki gaya hidup menjadi lebih terstruktur, mengontrol berat badan ideal, menjaga bentuk ergonomis tubuh saat beraktivitas, serta konsisten memperkuat otot penyokong melalui olahraga rutin merupakan investasi jangka panjang untuk mempertahankan integritas tulang belakang.

    Kesadaran untuk memelihara kestabilan dan kesehatan struktur tulang belakang sepatutnya dibangun sedini mungkin pada generasi muda.

    Menghindari kebiasaan buruk yang merusak, menjaga postur yang benar saat duduk maupun bekerja, serta konsisten menerapkan aktivitas fisik terukur menjadi benteng pertahanan utama dalam mengantisipasi degenerasi dini.

    Sebelum tubuh memberikan sinyal berupa rasa sakit intens maupun penurunan fungsi mekanis, perubahan gaya hidup yang terencana adalah jalan terbaik untuk mempertahankan kualitas hidup jangka panjang secara optimal.

     

    Dokter Tirta dr Tirta Mandira Hudhi Gaya Hidup Sehat Kesehatan Tulang Belakang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Jalan, Kasus KIPI di Karo Dinilai Tak Berkaitan dengan Vaksin HPV

    September 11, 2026

    RS Mulya Medika Dorong Warga Cegah Penyakit, Tak Hanya Datang Saat Sakit

    September 10, 2026

    TPP ASN Belum Cair, Dinkes Kaltim Minta Rumah Sakit Koordinasi dengan Bank

    September 9, 2026

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    September 8, 2026

    Pola Makan Keluarga Jadi Penentu Tumbuh Kembang dan Prestasi Anak

    September 8, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polnes Borong 9 Prestasi di KMIPN VIII 2026, Bawa Pulang Empat Gelar Juara I

    IraSeptember 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan memborong sembilan penghargaan…

    Ubah Gaya Hidup Sebelum Terlambat, Esensi Pencegahan Kerusakan Tulang Belakang

    September 12, 2026

    Data BPJS Karyawan PT WOTS Tak Ditemukan di Disnaker, Statusnya Kini Ditelusuri

    September 11, 2026

    RRI Didorong Jadi Benteng Informasi di Tengah Maraknya Hoaks

    September 11, 2026

    SPKS Berakhir, Perumdam Tirta Kencana Somasi PT WOTS dan Bawa Polemik ke Pengadilan

    September 11, 2026
    1 2 3 … 3,335 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.