Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Puskesmas BLUD Dominasi Layanan Publik

    April 15, 2026

    28 BLUD Kesehatan Terbentuk, Dinkes Samarinda Perkuat Layanan Publik

    April 15, 2026

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Tidur Setelah Sahur Berisiko Ganggu Ritme Tubuh, Dokter Tirta Sarankan Tetap Beraktivitas Ringan
    Kesehatan

    Tidur Setelah Sahur Berisiko Ganggu Ritme Tubuh, Dokter Tirta Sarankan Tetap Beraktivitas Ringan

    RidhoBy RidhoFebruari 20, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sesi Edukasi Dokter Tirta di YouTube (Screenshot YouTube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Kebiasaan kembali tidur setelah sahur dinilai berpotensi mengganggu metabolisme tubuh dan pola tidur selama Ramadan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap terjaga dan melakukan aktivitas ringan usai sahur dan salat Subuh.

    Imbauan tersebut disampaikan Dokter Tirta dalam sesi edukasi mengenai pola hidup sehat selama menjalankan ibadah puasa yang diunggah di kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Jumat, 20 Februari 2026.

    Dokter Tirta menjelaskan, waktu setelah sahur dan Subuh sebaiknya dimanfaatkan untuk aktivitas ringan seperti bekerja, mengaji, atau berzikir, bukan kembali tidur. Kebiasaan tidur setelah sahur, menurutnya, dapat mengacaukan jam biologis tubuh.

    “Secara metabolisme, yang sering terganggu itu jam tidur dan pencernaan. Misalnya selesai sahur pukul 04.20 lalu tidur lagi. Biasanya tidak bangun tepat waktu, bisa molor sampai pukul 09.00 atau lebih. Ritme tubuh jadi berantakan,” ujarnya.

    Ia mengibaratkan pola tersebut seperti kondisi “mati, hidup, lalu mati lagi” karena tubuh dipaksa kembali beristirahat setelah baru saja aktif makan dan beribadah. Hal ini, kata dia, dapat berdampak pada kualitas istirahat serta menurunkan produktivitas sepanjang hari.

    Karena itu, ia menganjurkan masyarakat untuk tetap terjaga setelah sahur dengan kegiatan ibadah maupun aktivitas fisik ringan. Bahkan, menurutnya, sebagian orang memilih berolahraga ringan di pusat kebugaran yang beroperasi 24 jam.

    “Kalau tidak ada pekerjaan, bisa mengaji atau berzikir sambil menunggu waktu beraktivitas. Intinya, sebaiknya tidak langsung tidur lagi setelah sahur dan Subuh,” katanya.

    Selain membahas pola tidur, Dokter Tirta juga menyoroti aktivitas olahraga selama puasa. Ia mengingatkan adanya risiko hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah di bawah normal apabila olahraga dilakukan secara berlebihan.

    “Risiko terberat olahraga berlebihan saat puasa adalah hipoglikemia dan dehidrasi. Orang bisa rentan pingsan, terutama kalau belum terbiasa,” jelasnya.

    Ia menambahkan, dehidrasi berat dapat dikenali dari warna urine yang pekat. Oleh sebab itu, olahraga saat puasa harus dilakukan secara bijak dan menyesuaikan kondisi tubuh masing-masing.

    “Kalau sudah terbiasa olahraga saat puasa, tidak masalah. Tapi kalau belum, sebaiknya dilakukan menjelang berbuka, setelah Magrib, setelah Isya atau Tarawih, atau sebelum sahur,” tutupnya.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan, ritme tubuh, dan keseimbangan pola hidup selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

     

    Dokter Tirta Kesehatan Sahur Tidur
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Camat Samarinda Ulu Dukung Perda TBC, Soroti Pentingnya Jaminan Sosial bagi Penderita

    April 14, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    TWAP Samarinda Tanggapi Sudarno, Tegaskan Pernyataan Andi Harun Soal JKN Bukan Hoaks

    April 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Puskesmas BLUD Dominasi Layanan Publik

    Ratu ArifanzaApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Capaian sektor kesehatan di Kota Samarinda kembali mencatat prestasi membanggakan. Laboratorium Kesehatan…

    28 BLUD Kesehatan Terbentuk, Dinkes Samarinda Perkuat Layanan Publik

    April 15, 2026

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Perdana Digelar, BPSDM Kaltim Tingkatkan Kompetensi ASN di Bidang Penulisan dan Publikasi

    April 15, 2026
    1 2 3 … 3,057 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.