Insitekaltim, Samarinda – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Kalimantan Timur (Kaltim) menghadirkan format pertandingan berbeda dengan menerapkan sistem kompetisi penuh atau liga, di mana seluruh peserta saling berhadapan tanpa pembagian grup.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Kejurprov Djufri Genda. Ia mengatakan ajang ini diikuti oleh enam Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO dari kabupaten/kota di Kaltim, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Paser, dan Kukar.
Para juara dari Kejurprov ini nantinya akan menjadi wakil Kaltim dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas), yang dijadwalkan berlangsung di Bogor pada 24–26 April mendatang.
“Semua juara dari Kejurprov ini akan mewakili Kaltim ke Kejurnas di Bogor. Ini momentum penting karena merupakan kejuaraan pertama di Indonesia, jadi kami berharap atlet Kaltim bisa mencetak sejarah,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan agar para atlet mampu tampil maksimal dan membawa prestasi di tingkat nasional.
“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kaltim agar atlet-atlet ORADO bisa berjaya di Kejurnas,” katanya.
Dari sisi teknis pertandingan, sistem permainan menggunakan aturan resmi dari Pengurus Besar ORADO dengan format tiga set dalam satu pertandingan.
“Satu pertandingan terdiri dari tiga set. Kalau masing-masing menang satu, maka dilanjutkan ke set ketiga sebagai penentuan,” jelasnya.
Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan perolehan poin, di mana pemain atau tim yang lebih dulu mencapai 101 poin akan dinyatakan sebagai pemenang.
Lanjutnya, sistem kompetisi penuh dipilih untuk menghindari potensi kecurigaan yang kerap muncul dalam sistem pembagian grup.
“Kita tidak menggunakan sistem pool, karena bisa menimbulkan kecurigaan. Dengan sistem ini semua bertemu, jadi lebih adil dan transparan,” tegasnya.
Dengan format tersebut setiap pengcab akan menjalani lima kali pertandingan melawan seluruh peserta lainnya. Penentuan juara dilakukan berdasarkan akumulasi poin layaknya sistem liga.
“Kurang lebih seperti liga ada hitungan poin dari menang, kalah, dan hasil lainnya. Jadi benar-benar fair,” ujarnya.
Ia berharap sistem ini mampu menciptakan kompetisi yang sehat, menjunjung sportivitas, serta melahirkan atlet-atlet terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional.

