Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Kantor Baru Batalyon B Pelopor Diresmikan, Pemkot Samarinda Gelontorkan Rp12,4 Miliar

    Oktober 8, 2026

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare
    Samarinda

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    AminahBy AminahOktober 8, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabut asap masih menyelimuti kawasan Kota Samarinda meski terlihat lebih menipis, Kamis, 8/10/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana untuk ketiga kalinya hingga 19 Oktober 2026.

    Keputusan itu diambil karena kebakaran lahan masih terjadi, intrusi air laut mengganggu pasokan air bersih, serta kualitas udara belum stabil di sejumlah wilayah.

    Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarno mengatakan, perpanjangan berlaku mulai 6 hingga 19 Oktober 2026. Rekomendasi tersebut diberikan setelah BPBD mempertimbangkan kondisi kebencanaan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

    “Setelah kita memberikan masukan, rekomendasi dan pertimbangan kepada wali kota, akhirnya dibutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat, perpanjangan yang ketiga, dari tanggal 6 sampai 19 Oktober 2026,” kata Suwarno di Samarinda, Kamis, 8 Oktober 2026.

    Data BPBD mencatat hingga 7 Oktober 2026 telah terjadi 259 kejadian kebakaran lahan dengan total luasan sekitar 643,27 hektare.

    Kebakaran yang sebelumnya tersebar di sejumlah kecamatan kini lebih banyak terpusat di Kecamatan Palaran, Sambutan dan Samarinda Utara. Beberapa kejadian juga masih ditemukan di Sungai Kunjang.

    Suwarno menyoroti salah satu kejadian di kawasan Pulau Atas yang kemudian meluas hingga sekitar 34 hektare. Api disebut merambat sampai kawasan Kompleks Korpri Pelita 8, termasuk area di belakang pemakaman.

    “Yang paling mengerikan ketika kita membakar, ada yang sengaja membakar satu titik tapi meluas sampai 34 hektare,” ujarnya.

    Selain karhutla, intrusi air laut menjadi alasan lain perpanjangan tanggap darurat. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

    Suwarno menyebut terdapat lima instalasi pengolahan air (IPA) yang terdampak intrusi air laut, yakni Palaran, Selili, Kalhol, Pulau Atas dan Bantuas.

    Sebagian distribusi air masih dilakukan atas permintaan kelurahan, tetapi pemanfaatannya dibatasi untuk kebutuhan nonkonsumsi.

    “Masih adanya intrusi air laut yang menyebabkan kekurangan air bersih,” katanya.

    Kondisi kualitas udara juga belum sepenuhnya stabil. Suwarno menyebut kualitas udara di kawasan tengah kota sempat berada dalam kategori baik dua hari sebelumnya, tetapi dalam dua hari terakhir berubah menjadi sedang berdasarkan alat ukur di Taman Segiri.

    Sementara itu, alat ukur di kawasan Bandara APT Pranoto menunjukkan kondisi yang lebih buruk. “Tapi alat ukur yang di APT Pranoto memang hampir semingguan ini, dua minggu ini tidak sehat,” ujarnya.

    Dampak kekeringan juga masih dirasakan di sektor pertanian. Sejumlah area persawahan disebut belum seluruhnya mendapatkan aliran air secara optimal. BPBD bersama pihak terkait berupaya memanfaatkan void tambang sebagai sumber air untuk membantu menjaga kebutuhan pengairan dan mencegah penundaan musim tanam.

    Perpanjangan status tanggap darurat turut diikuti penyusunan ulang kebutuhan anggaran. Suwarno mengatakan kebutuhan anggaran untuk periode perpanjangan diperkirakan sekitar Rp3,8 miliar.

    Namun, anggaran tersebut belum seluruhnya ditetapkan karena masing-masing organisasi perangkat daerah masih menyusun rencana kebutuhan biaya (RKB). Setelah diajukan, kebutuhan tersebut akan melalui proses review oleh Inspektorat.

    “Kalau sudah RKB diajukan nanti kita sampaikan kembali,” katanya.

    Menurut Suwarno, pola belanja pada perpanjangan kali ini lebih diarahkan pada kebutuhan operasional. Jika pada tahap awal terdapat belanja modal untuk mendukung distribusi air bersih dan penanganan kebencanaan, pada tahap lanjutan kebutuhan lebih banyak berupa bahan bakar minyak serta makan dan minum petugas.

    Kecamatan dengan tingkat kebakaran lahan dan intrusi air laut yang masih tinggi juga berpotensi mendapat dukungan kebutuhan operasional di lapangan. Namun, alokasi tidak serta-merta diberikan dalam jumlah yang sama dan akan disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan.

    Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan perpanjangan tanggap darurat tidak diikuti penambahan anggaran baru dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

    “Tidak ada penambahan, masih menggunakan anggaran yang lama pada saat kita buat tanggap darurat yang pertama. Duitnya masih ada, masih cukup,” kata Andi Harun, Rabu 7 Oktober 2026.

    Dengan perpanjangan ketiga ini, pemerintah daerah masih harus menangani tiga persoalan yang saling berkaitan, yakni kebakaran lahan yang telah mencapai ratusan kejadian, gangguan air bersih akibat intrusi air laut, serta kualitas udara yang masih fluktuatif.

     

    Asap Karhutla BPBD Samarinda karhutla Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    AminahOktober 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana untuk ketiga…

    Kantor Baru Batalyon B Pelopor Diresmikan, Pemkot Samarinda Gelontorkan Rp12,4 Miliar

    Oktober 8, 2026

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 7, 2026
    1 2 3 … 3,377 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.