
Insitekaltim,Bontang – Kasus stunting di Kota Bontang mengalami penurunan signifikan, sejak diberlakukannya program operasi timbang. Angka terbaru menunjukkan, stunting turun mencapai 18 persen dari target nasional sebesar 14 persen.
Meski demikian, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang Tri Ismawati mengingatkan agar pemerintah tidak merasa aman dengan capaian ini.
“Saya mengapresiasi upaya Pemkot Bontang dalam menurunkan angka stunting. Namun perlu diingat bahwa ini bukan akhir dari segalanya. Kita harus tetap intens dalam menjaga program-program pencegahan stunting,” ujar Tri Ismawati di Gedung DPRD Bontang, Senin (15/7/2024).
Tri menambahkan, pentingnya pemantauan terus menerus terhadap perkembangan bayi dan balita yang telah mendapatkan penanganan stunting.
“Harus tetap diperhatikan bahwa setelah penurunan angka stunting, pemantauan terhadap gizi dan nutrisi anak harus berlanjut. Kita tidak boleh merasa aman dan lalai,” tegasnya.
Legislator Partai Berkarya itu, mengkhawatirkan kemungkinan penurunan prioritas terhadap program-program penanganan stunting jika tidak terus diintensifkan. Khususnya stunting di kawasan pesisir Bontang, yang memerlukan perhatian ekstra dalam pelayanan kesehatan dan gizi.
“Diperlukan perhatian serius terhadap daerah pesisir, agar tidak terjadi kesenjangan dalam pemenuhan gizi anak antara perkotaan dan daerah pesisir,” tambahnya.
Tri mengharapkan pemkot terus memprioritaskan program-program pencegahan stunting, serta memastikan kelangsungan serta kesetaraan akses di seluruh wilayah Bontang.

