Insitekaltim, Samarinda – Persiapan kontingen Samarinda menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser masih menunggu terbitnya Technical Handbook (THB) sebagai acuan aturan dan mekanisme pertandingan.
Kepala Disporapar Samarinda Muslimin mengatakan, dokumen yang telah diterbitkan saat ini baru Surat Keputusan (SK) terkait Cabang Olahraga dan Nomor Pertandingan. Sementara THB nantinya akan diterbitkan oleh Panitia Besar (PB) Porprov.
“THB itu isinya bukan nomor tanding saja tapi mekanisme aturan pertandingan. Menyangkut tanggal, tempat, waktu, baru nomor tandingnya, peraturan mekanisme pertandingannya. Itu yang dimaksud THB,” kata Muslimin di Samarinda, Rabu 23 September 2026.
Menurutnya, THB penting karena menjadi pedoman teknis bagi seluruh peserta sebelum pertandingan berlangsung. Ia berharap dokumen tersebut dapat diterima jauh sebelum pelaksanaan Porprov sehingga masing-masing daerah memiliki waktu untuk mempelajari aturan pertandingan.
“Jangan sampai nanti pada saat technical meeting kita perdebatan hanya di situ. Tapi kalau sudah diberikan satu bulan sebelumnya, itu sudah enak mau mempelajarinya,” ujarnya.
Pihaknya telah beberapa kali meminta KONI dan Dispora Kaltim segera menerbitkan THB Porprov 2026. Dokumen tersebut dinilai penting mengingat Porprov akan mempertandingkan 64 cabang olahraga.
Meski THB belum diterima, Muslimin memastikan atlet Samarinda secara prinsip sudah siap bertanding. Namun, kontingen yang diberangkatkan nantinya tidak otomatis mengikuti seluruh 64 cabor.
Mulai Kamis, Disporapar Samarinda akan melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh cabor yang akan diikuti. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran serta target prestasi yang disampaikan masing-masing cabang olahraga.
“Kita akan melihat bagaimana presentasi yang disampaikan oleh cabang olahraga Kota Samarinda, dari target medali yang ingin mereka persembahkan buat Pemerintah Kota Samarinda. Jadi berangkat bukan sekadar jalan-jalan, tapi berangkat untuk juara,” tegasnya.
Dari hasil evaluasi tersebut, sejumlah cabor berpotensi tidak diberangkatkan apabila tidak mampu memberikan target dan perencanaan prestasi yang meyakinkan.
Muslimin memperkirakan kontingen Samarinda yang akan diberangkatkan ke Paser mencapai sekitar 1.500 atlet. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah setelah proses verifikasi ulang selesai.
“Tidak 64 cabor bisa saja nanti ada cabor kami coret ketika dalam presentasi mereka tidak memberikan sebuah jawaban yang meyakinkan untuk bisa memberikan prestasi terbaik buat Kota Samarinda,” pungkasnya.

