Insitekaltim, Samarinda – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 menunjukkan capaian positif bagi dunia pendidikan di Kota Samarinda.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mencatat rata-rata nilai peserta didik jenjang SD dan SMP berada di atas rata-rata nasional maupun Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Capaian tersebut menjadi kabar baik di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan, mulai dari pemerataan kualitas guru, penguatan sarana pembelajaran, hingga adaptasi teknologi di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Samarinda Mohammad Wahiduddin mengatakan, hasil TKA menjadi indikator awal yang menunjukkan kemampuan akademik siswa Samarinda berada pada jalur yang cukup baik dibanding daerah lain.
“Hasil TKA menunjukkan rata-rata nilai siswa Samarinda berada di atas rata-rata nasional dan juga di atas rata-rata Kaltim,” ujar Wahiduddin, Selasa, 9 Juni 2026.
Data nasional menunjukkan rata-rata nilai Bahasa Indonesia untuk jenjang SD berada pada angka 60,14 dan Matematika 43,41. Sementara pada jenjang SMP, rata-rata nilai Bahasa Indonesia tercatat 60,83 dan Matematika 40,34.
Meski belum merinci angka capaian Samarinda, Wahiduddin memastikan hasil yang diperoleh peserta didik di Kota Tepian melampaui capaian nasional maupun tingkat provinsi pada mata pelajaran yang diujikan.
Capaian tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan upaya peningkatan mutu pendidikan yang selama ini dilakukan mulai memberikan hasil. Namun keberhasilan itu tidak boleh membuat pemerintah, sekolah, maupun tenaga pendidik cepat merasa puas.
Sebagai ibu kota Provinsi Kaltim, Samarinda dinilai memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjadi salah satu rujukan pengembangan pendidikan di daerah.
“Nilai yang sudah berada di atas rata-rata bukan berarti seluruh indikator pendidikan sudah ideal. Tetap perlu dilakukan evaluasi agar hasil yang diperoleh ke depan bisa meningkat dan masuk kategori sangat baik,” katanya.
Wahiduddin menilai hasil akademik siswa tidak berdiri sendiri. Kualitas pembelajaran di kelas sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, kelengkapan sarana pendidikan, lingkungan belajar yang mendukung, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Karena itu, Disdikbud Samarinda akan menjadikan hasil TKA sebagai bahan evaluasi untuk menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan. Salah satu fokus yang akan terus diperkuat adalah peningkatan kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Selain itu, penguatan digitalisasi pendidikan juga menjadi perhatian karena dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas akses peserta didik terhadap berbagai sumber belajar.
Di sisi lain, TKA masih merupakan instrumen evaluasi yang relatif baru sehingga hasil tahun ini belum dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat tren peningkatan atau penurunan kemampuan akademik siswa secara jangka panjang.
“Karena belum ada data pembanding dari pelaksanaan sebelumnya, hasil TKA saat ini lebih tepat digunakan sebagai dasar evaluasi dan perencanaan perbaikan pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.

