Insitekaltim, Samarinda – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga perlu diperkuat dengan lingkungan keluarga yang sehat dan kemandirian pangan.
Semangat tersebut menjadi landasan pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Budidaya Tanaman Pekarangan dalam Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Non Nutrisi yang dibuka Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, di Aula Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis, 5 November 2026.
Kegiatan hasil kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda bersama DPD IPPRISIA Kalimantan Timur (Kaltim), ini melibatkan 42 peserta dari keluarga berisiko stunting (KRS) beserta pendamping.
Pelatihan dirancang dengan komposisi 80 persen praktik dan 20 persen pembelajaran lainnya, disertai pembinaan selama enam bulan. Saefuddin mengatakan, keterampilan memanfaatkan pekarangan rumah dapat menjadi langkah sederhana yang memberi manfaat nyata bagi kebutuhan keluarga.
“Pekarangan rumah jangan dibiarkan hanya menjadi ruang kosong. Jika dikelola dengan baik, lahan tersebut bisa menjadi sumber pangan keluarga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” Ungkap Saefuddin dalam sambutannya.
Menurut Saefuddin, penguatan ketahanan pangan keluarga perlu berjalan beriringan dengan upaya percepatan penurunan stunting. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membudidayakan tanaman pangan secara mandiri, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Kita ingin keluarga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, pekarangan bisa menjadi lumbung hidup yang mendukung kemandirian keluarga,” Pesannya.
Selain pelatihan budidaya tanaman pekarangan, Program GENTING Non Nutrisi juga menghadirkan intervensi berupa pembangunan jamban sehat bagi tiga keluarga penerima manfaat.
Dukungan pembiayaan berasal dari DPD IPPRISIA Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar Rp37.755.000 dan Klinik Risa Medika sebesar Rp8.000.000. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta penyerahan bantuan secara simbolis menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Saefuddin mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan keluarga.
“Pencegahan stunting membutuhkan kepedulian dan kerja sama banyak pihak. Penyediaan jamban sehat juga penting karena lingkungan yang bersih dan sanitasi yang layak merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat,” Ucapnya.
Orang nomor dua di kota Samarinda itu berharap kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan pihak swasta dapat terus diperkuat agar manfaat program menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
“Kita ingin intervensi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Harus ada pendampingan dan keberlanjutan, sehingga keluarga benar-benar merasakan manfaatnya. Inilah bagian dari ikhtiar bersama untuk mempercepat penurunan stunting dan mewujudkan Samarinda yang semakin maju serta sejahtera,” Pungkas Saefuddin. (ADV)

