Insitekaltim, Samarinda — Kekhawatiran publik soal kelanjutan Program Gratispol Pendidikan akhirnya terjawab. Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud memastikan seluruh program pendidikan gratis, termasuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa serta insentif bagi guru non-ASN PAUD dan TK, tetap berjalan hingga tahun 2029.
Kepastian tersebut disampaikan Rudy Mas’ud usai memimpin Morning Briefing di Aula UPTD Bapelkes Dinas Kesehatan Kaltim, Senin, 24 November 2025.
Beberapa waktu terakhir, muncul kecemasan di masyarakat terkait potensi pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) pada 2026 yang dikhawatirkan berdampak pada keberlanjutan Gratispol Pendidikan.
Di sisi lain, mahasiswa semester 1 hingga 8 yang belum menerima alokasi beasiswa tahun ini juga menunggu kejelasan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Rudy yang akrab disapa Harum menegaskan bahwa Pemprov Kaltim tetap berkomitmen penuh terhadap sektor pendidikan.
“Tahun depan semua anak-anak Kaltim yang ingin kuliah akan ditanggung. Pemprov Kaltim akan membayar UKT mahasiswa di semua semester, dari semester 1 sampai 8,” ujarnya.
Namun demikian, Harum menjelaskan bahwa pembiayaan UKT tetap disertai sejumlah persyaratan agar program tepat sasaran. Mahasiswa harus berstatus aktif dan tidak sedang menerima beasiswa penuh dari sumber lain.
Program beasiswa UKT ini merupakan bagian dari visi bersama Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji untuk memastikan seluruh lulusan SMA/SMK di Kaltim memiliki akses melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
“Tujuan utama kami jelas. Tidak ada lagi alasan berhenti kuliah karena biaya,” tegasnya.
Selain itu, Harum juga membantah isu terhentinya insentif bagi guru non-ASN PAUD dan TK. Ia menegaskan bahwa program tersebut tetap berlanjut sesuai perencanaan anggaran hingga 2029.
“Guru-guru tetap mendapatkan insentif. Program beasiswa juga tetap jalan. Semuanya sudah kami siapkan dan hitung untuk tahun-tahun ke depan,” katanya.
Dengan kepastian ini, Pemprov Kaltim berharap masyarakat tidak lagi diliputi kekhawatiran dan terus mendukung program pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan sumber daya manusia di Benua Etam.

