Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menghadiri pelantikan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim di Convention Hall Sempaja, Samarinda, Sabtu 25 April 2026.
Kehadirannya menjadi sorotan karena ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kaltim, sehingga dinilai sebagai sinyal terbukanya komunikasi lintas partai di daerah.
Dalam sambutannya Rudy menegaskan bahwa Kaltim memiliki posisi strategis sebagai daerah kaya sumber daya alam, budaya, serta menjadi tumpuan masa depan Indonesia melalui pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kaltim adalah Bumi Etam, kaya sumber daya alam, budaya, dan menjadi harapan masa depan bangsa,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.
Ia menekankan pelantikan pengurus PAN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting dalam menentukan arah politik yang lebih berpihak kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya pengukuhan, tetapi penegasan bahwa politik harus hadir untuk masyarakat, bukan semata-mata kekuasaan,” tegasnya.
Rudy juga menyoroti pentingnya peran partai politik dalam menghadirkan iklim politik yang sehat, matang, dan produktif di tengah masyarakat.
“Amanat ini adalah tanggung jawab besar untuk menciptakan politik yang sejuk dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kaltim,” katanya.
Ia mengajak seluruh kekuatan politik untuk mengesampingkan perbedaan dan fokus pada tujuan bersama dalam membangun daerah.
“Warna boleh berbeda, tetapi tujuan harus sama,” ucapnya.
Menurutnya, kompetisi politik seharusnya berakhir setelah pemilu, dan dilanjutkan dengan kolaborasi demi kepentingan pembangunan.
Rudy berharap kepengurusan PAN Kaltim yang baru mampu menjadi penghubung aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah, sekaligus turut mengawal isu strategis seperti pembangunan desa, konektivitas wilayah, logistik, ketahanan pangan, hingga pemerataan pembangunan di daerah pedalaman.
“Kami berharap PAN menjadi jembatan aspirasi rakyat dalam kebijakan pembangunan Kaltim,” ujarnya.
Lebih jauh, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh partai politik.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh sinergi antara pemerintah, partai politik, DPRD, dan masyarakat,” tutupnya.

