Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Asisten II Sekretaris Kota Marnabas Patiroy, memastikan progres perbaikan SMPN 2 terus berjalan pasca kebakaran yang merusak sebagian bangunan sekolah.
Saat ini, proyek telah memasuki tahap persiapan akhir sebelum pengerjaan fisik dimulai.
“Sudah proses. Gambar sudah selesai dan sudah disetujui Pak Wali. Anggarannya sekitar Rp1,9 miliar untuk membangun kembali atap, lantai, dan keseluruhan bagian agar bisa difungsikan kembali,” ujar Marnabas saat ditemui di Teras Samarinda, Rabu, 22 April 2026.
Ia menjelaskan, perbaikan tidak hanya difokuskan pada bagian lantai atas yang terbakar, tetapi juga mencakup area lain yang terdampak. Untuk bagian atas, pembangunan dilakukan secara menyeluruh, sementara bagian bawah akan diperbaiki secara bertahap, termasuk pengecatan dan pemolesan.
Menurutnya, pemerintah menargetkan proses pembangunan dapat rampung dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
“Kalau pengerjaannya lancar, mungkin 3 sampai 4 bulan bisa selesai,” tambahnya.
Selama proses perbaikan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan sistem penyesuaian. Pihak sekolah memanfaatkan ruang yang masih layak digunakan, tanpa perlu memindahkan siswa ke lokasi lain.
“Sudah kita tawarkan untuk menyewa tempat lain, tapi pihak sekolah merasa masih cukup ruang untuk dibagi. Jadi mitigasi internal mereka sudah berjalan,” jelasnya.
Namun demikian, pemkot menegaskan area yang terdampak proyek tidak boleh digunakan sementara waktu demi keselamatan siswa.
“Walaupun ada yang masih bisa dipakai, kita minta jangan dulu. Kita sterilkan sampai semua selesai, supaya tidak ada risiko,” tegasnya.
Lebih lanjut, Marnabas menyebutkan bahwa pelaksanaan teknis proyek sepenuhnya diserahkan kepada Dinas Pendidikan, termasuk pengelolaan anggaran yang digunakan untuk perbaikan tersebut.
Pemerintah berharap, dengan percepatan pembangunan ini, SMPN 2 dapat segera kembali beroperasi secara normal dan memberikan kenyamanan bagi proses belajar mengajar.

