Insitekaltim, Samarinda — Sebanyak 379 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menuntaskan Orientasi Angkatan 500–509 (Gelombang I) Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari 5–7 Februari, itu menjadi pintu awal penguatan kapasitas bagi para PPPK yang resmi diangkat pada 1 Mei 2025. Menariknya, mayoritas peserta berada pada rentang usia 40 hingga 50 tahun.
Namun usia bukan alasan untuk melambat. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim Nina Dewi justru menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat.
“Jangan berhenti belajar. Jangan menganggap diri kita sudah tua, harus mau terus belajar,” tegas Nina saat menutup kegiatan.
Orientasi ini digelar secara daring dan tetap diikuti dengan antusias. Nina mengapresiasi semangat peserta yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas.
“Saya terima kasih banyak sekali ke bapak ibu yang tetap bersemangat meski secara online,” ujarnya.
Selama tiga hari, peserta dibekali materi yang menyentuh fondasi kerja ASN, mulai dari bela negara, manajemen kinerja, struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), pengenalan jabatan, hingga penerapan fungsi dan tujuan ASN di tempat kerja. Sejumlah pemateri hadir memberikan penguatan, di antaranya Saprudin Pernyata, Bere Ali, Viko Januardy dan lainnya.
Bagi Pemprov Kaltim, orientasi bukan sekadar formalitas awal pengangkatan. Ini adalah titik awal pembentukan pola pikir dan budaya kerja. Setiap peserta akan menerima e-sertifikat sebagai bukti kelulusan, yang diminta untuk segera diunggah sebagai bagian dari administrasi kepegawaian.
“Sertifikat jangan lupa diupload, posisi bapak ibu sudah biru,” kata Nina mengingatkan.
Ia menegaskan, BPSDM merupakan wadah pengembangan kompetensi ASN. Penguatan kapasitas tidak boleh berhenti pada orientasi. Ke depan, Pemprov Kaltim akan terus mendorong pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis, hingga seminar untuk memastikan ASN tetap relevan dengan tuntutan zaman.
“Jangan sampai mati gaya, tiarap. Masih banyak yang bisa kita lakukan, salah satunya melalui daring. Tukarkan informasi ini ke yang lain,” pesannya.
Nina berharap ke depan dukungan anggaran daerah semakin membaik, sehingga pengembangan kompetensi bisa dilakukan lebih banyak secara tatap muka dengan variasi pelatihan yang lebih luas.
Dengan selesainya orientasi ini, 379 PPPK tersebut resmi memasuki fase kerja dengan bekal pemahaman dasar sebagai aparatur negara. Tantangannya kini bukan lagi soal status, melainkan konsistensi untuk terus bertumbuh dan berkontribusi bagi pelayanan publik di Kaltim.

