Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun, meminta dilakukan efisiensi anggaran dalam rencana pembangunan kembali Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Samarinda pasca kebakaran.
Meskipun anggaran yang diajukan dinilai telah cukup efisien, ia tetap mengarahkan agar dilakukan penghematan tambahan melalui evaluasi teknis. Nilai anggaran yang diajukan sekitar Rp2,15 miliar.
“Anggarannya kurang lebih sekitar Rp2 miliar, yang diajukan Rp2,15 miliar. Tapi kami beri arahan untuk dilakukan penghematan lagi,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Menurutnya, efisiensi dapat dilakukan dengan meninjau kembali berbagai aspek pekerjaan mulai dari struktur, mekanikal, elektrikal, hingga arsitektural dan finishing bangunan. Pihaknya menargetkan penghematan berada pada kisaran 5 hingga 10 persen, tanpa mengurangi kualitas dan fungsi bangunan.
“Bahan-bahan material yang masih bisa dihemat, kita hemat. Penghematannya bisa antara 5 sampai 10 persen,” jelasnya.
Langkah tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis yang matang, serta tetap mengacu pada standar akuntansi dan regulasi pembangunan gedung yang berlaku.
”Ada berapa komponen yang dapat disesuaikan seperti penggunaan keramik yang tidak harus menggunakan spesifikasi komersial. Tapi cukup standar sesuai kebutuhan bangunan sekolah,” jelasnya.
Selain itu ia, desain pada beberapa bagian bangunan yang dinilai masih dapat disederhanakan tanpa mengurangi fungsi utama.
“Misalnya di bagian depan ada penggunaan cor dak, padahal tidak menanggung beban. Itu bisa dipertimbangkan lagi,” terangnya.
Meski demikian, efisiensi tidak boleh mengorbankan aspek utama bangunan, terutama pada struktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan.
“Yang tidak boleh terganggu itu aspek struktur, karena menyangkut keselamatan. Tapi dari sisi arsitektur dan finishing masih bisa dilakukan penghematan. Proses pembangunan masih menunggu finalisasi perencanaan sebelum memasuki tahap pelaksanaan,” pungkasnya.

