Insitekaltim, Samarinda – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Samarinda mengangkat isu efisiensi anggaran dan optimalisasi tata ruang kota melalui kegiatan seminar yang digelar berdasarkan kajian internal organisasi.
Ketua Presidium PMKRI Samarinda, Nikolaus Yeblo, menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan tindak lanjut dari proses kajian yang dilakukan kader selama kurang lebih dua minggu.
Ia menyebut, kajian tersebut membahas berbagai isu strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional, yang kemudian dirumuskan menjadi gagasan untuk didiskusikan secara lebih luas.
“Hasil kajian itu kami tindak lanjuti dalam bentuk seminar, agar isu-isu strategis yang diangkat bisa didiskusikan bersama,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat 27 Maret 2026.
Menurut Nikolaus, seminar tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman terkait arah pembangunan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam melihat persoalan secara komprehensif.
Adapun tema yang diangkat adalah optimalisasi tata ruang Kota Samarinda di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menilai tema tersebut relevan dengan kondisi saat ini, di mana efisiensi anggaran menjadi isu nasional yang turut berdampak hingga ke daerah.
Efisiensi anggaran bukan hanya menjadi tantangan pemerintah, tetapi juga perlu dipahami oleh masyarakat agar seluruh elemen dapat mendukung pembangunan secara lebih efektif.
“Bagaimana anggaran yang ada bisa digunakan secara maksimal untuk mendukung program pembangunan di Samarinda, itu yang ingin kita dorong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nikolaus menyebut kajian PMKRI juga menyoroti sejumlah prioritas pembangunan daerah, seperti tata ruang kota, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur.
Ketiga aspek tersebut dinilai saling berkaitan erat dengan kondisi anggaran, sehingga membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan yang matang.
“Semua program sangat bergantung pada anggaran. Karena itu, penting memastikan penggunaannya benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi, khususnya dalam perencanaan pembangunan. Ia menilai, publik perlu mengetahui arah kebijakan dan penggunaan anggaran agar dapat turut mengawal proses pembangunan.
“Perencanaan itu penting untuk dipublikasikan, supaya masyarakat memahami arah pembangunan yang sedang dijalankan,” ujarnya.
Sebagai organisasi kemahasiswaan, PMKRI disebut memiliki peran dalam mengkaji isu sosial dan kebijakan publik dengan mengedepankan nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian.
Dalam menjalankan perannya, PMKRI juga berkolaborasi dengan berbagai organisasi mahasiswa lain untuk membangun gerakan berbasis kajian ilmiah dan sosial.
“Peran kami mengkaji isu-isu sosial dan politik serta memberikan pandangan yang konstruktif,” tegasnya.
Saat ini, PMKRI Cabang Samarinda memiliki sekitar 50 anggota dan terus berupaya aktif menghadirkan ruang diskusi serta kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Melalui kegiatan tersebut, PMKRI berharap dapat mendorong lahirnya pemahaman bersama antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan Kota Samarinda dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
