Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Petani Kaltim Merugi, Guntur Minta Aturan Distribusi Pupuk Diserahkan ke Daerah
    DPRD Kaltim

    Petani Kaltim Merugi, Guntur Minta Aturan Distribusi Pupuk Diserahkan ke Daerah

    SittiBy SittiJuli 10, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Petani di Kalimantan Timur (Kaltim) terus merugi akibat distribusi pupuk subsidi yang dinilai tidak sesuai dengan karakteristik tanah di wilayah setempat. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kaltim Guntur mendesak agar kewenangan distribusi pupuk subsidi diserahkan ke pemerintah daerah.

    Legislator dari Dapil Kutai Kartanegara ini menilai kebijakan distribusi pupuk subsidi yang diatur pemerintah pusat terlalu sentralistik dan tidak memerhatikan kebutuhan spesifik di setiap daerah.

    “Ini yang bikin saya susah saat reses. Dimana-mana petani tanya pupuk, tapi kami di DPRD provinsi nggak bisa memasukkan karena semuanya ditangani pusat. Padahal, saya juga orang petani. Prinsip saya, tanpa petani kita mati. Mau makan apa kalau tidak ada hasil pertanian?” ujar Guntur, Rabu 9 Juli 2025.

    Ia menyoroti kondisi tanah di Kaltim yang memiliki kandungan zat asam dan zat besi tinggi, berbeda dengan Pulau Jawa yang tanahnya lebih berkapur. Hal ini membuat pupuk subsidi yang dikirim pusat, seperti urea dan TSP, menjadi tidak efektif dan akhirnya mubazir.

    “Kalau di Jawa mungkin pupuk urea atau TSP bisa dipakai tiga kali musim tanam. Tapi di Kaltim, tidak bisa seperti itu. Kami butuh kapur dulu untuk menetralkan tanah. Jadi kalau pusat kasih urea terus, percuma. Petani kami butuhnya pupuk lain. Akhirnya mubazir, uang negara juga yang rugi,” katanya.

    Menurut Guntur, kebutuhan pertanian tidak bisa digeneralisasi secara nasional karena setiap desa, bahkan kecamatan, memiliki kondisi tanah yang berbeda. Ia menyebut kebijakan top-down dari pusat menjadi salah satu penghalang besar dalam upaya swasembada pangan.

    “Kalau pusat mau swasembada pangan, pusat harus turun ke bawah. Temui kelompok tani di desa-desa. Tahu betul nggak sih pusat itu, petani butuh apa? Jangan hanya minta kami mengawasi,” tegasnya.

    Guntur menilai solusi terbaik adalah mendesentralisasikan kewenangan distribusi pupuk ke daerah. Pemerintah kabupaten dinilai lebih memahami kebutuhan petani di lapangan, sementara provinsi bisa mendukung dengan bantuan pupuk tambahan atau alat dan teknologi pertanian (alsintan).

    “Kalau kabupaten bisa bantu bibit, provinsi bantu pupuknya, dan pusat bantu alsintannya, baru itu namanya kolaborasi. Tapi kalau semua diambil pusat, percuma. Anak-anak muda juga nggak akan tertarik jadi petani,” ucapnya.

    Ia juga mengajak semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif, di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk bersinergi memperjuangkan perubahan kebijakan pupuk subsidi kepada pemerintah pusat.

    “Sekarang coba tanya, berapa banyak pupuk subsidi yang tidak kepakai di Kaltim karena nggak cocok dengan tanah kita, Itu uang rakyat,” kata Guntur.

    Guntur berharap Kaltim dapat memperoleh kewenangan lebih besar dalam mengatur kebijakan pertanian sendiri, agar para petani benar-benar bisa merasakan manfaat subsidi dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

    Distribusi Pupuk Guntur Petani Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Progres Perbaikan Fender Jembatan Mahakam yang Baru Capai 60 Persen

    Maret 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Berangkat dari keresahan pribadi hingga keterbatasan fasilitas seni di daerah, Ramadhan S.…

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.