Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026

    Berenang Vs Lari, Mana yang Lebih Cepat Membakar Lemak Perut?

    Juni 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Penyebaran Hoaks Politik Tertinggi di Kaltim, Disusul Agama
    Diskominfo Kaltim

    Penyebaran Hoaks Politik Tertinggi di Kaltim, Disusul Agama

    LarasBy LarasApril 3, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekjen APJII Zulfadly Syam (kiri) bersama Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal (kanan)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Semakin canggihnya perkembangan teknologi informasi, maka semakin banyak pula dampak yang dihasilkan. Tidak hanya membantu dalam pekerjaan dan pembelajaran agar semakin mudah, munculnya berita bohong atau hoaks juga menjadi salah satu dampaknya.

    Bahkan masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) dihantui oleh maraknya berita bohong atau hoaks, terutama di media sosial (medsos). Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkapkan bahwa 48,44 persen dari hoaks yang beredar di Kaltim berkaitan dengan isu politik.

    Selain itu, sebanyak 43,75 persen berita bohong tersebut terkait persoalan agama. Di mana agama sering dijadikan bahan untuk memecah belah persatuan umat beragama. Kemudian, sebanyak 29,69 persen hoaks terkait kejahatan.

    “Karena ini sedang musimnya ya, seusai pemilu dan menjelang pilkada, jadi saat ini tertinggi (hoaks politik),” ujar Sekretaris Jenderal APJII Zulfadly Syam dalam jumpa pers Hasil Survei Penetrasi Internet Provinsi Kaltim Tahun 2024 di Ruang Wiek Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim, Rabu (3/4/2024).

    Ia melanjutkan, menurut survei tersebut, medsos menjadi platform utama penyebaran hoaks dengan 93,75 persen responden yang mengaku bahwa mereka menemukan hoaks di sana.

    Sementara itu, media chat seperti pesan diteruskan melalui group chat sebesar 37,50 persen dan melalui situs berita sebanyak 25 persen yang juga menjadi tempat penyebaran berita bohong.

    Meskipun demikian, tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap hoaks beragam. Sebagian mengaku selalu memeriksa kebenaran informasi sebanyak 31,25 persen responden, dan sebagian lainnya melakukan verifikasi dari sumber terpercaya sebanyak 31,25 persen.

    Namun, masih ada yang tidak pernah memeriksa kebenaran informasi dengan 17,86 persen responden atau hanya membandingkannya dengan berita lain sebesar 17,86 persen. Penggunaan situs fact-checking juga masih sangat rendah dengan hanya 1,79 persen responden yang menggunakannya.

    Zulfadly menegaskan, bahwa memerangi hoaks membutuhkan upaya edukasi dan kesadaran masyarakat. Sulit untuk menutup semua sumber hanya dengan usaha sebagian kecil pihak, tetapi memberikan literasi kepada masyarakat dirasa lebih ampuh.

    “Kami harus memperkuat literasi masyarakat agar mereka mampu membedakan hoaks dengan informasi yang benar,” ujarnya.

    Di sisi lain, Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat. Perlahan tapi pasti, ia meyakini jalan tersebut jauh lebih efisien ketimbang menutup dan mengejar semua sumber penyebar hoaks yang tidak ada habisnya.

    “Kami juga mendorong masyarakat untuk melaporkan hoaks kepada pihak berwajib. Memang kalau kita kejar semua (sumber hoaks) tidak ada habisnya, ada lagi, ada lagi, tutup satu, muncul satu,” ungkapnya.

    Faisal optimis bahwa dengan edukasi dan kesadaran masyarakat, hoaks di Kaltim dapat ditekan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa memerangi hoaks politik tidaklah mudah karena bersifat musiman dan sulit dilacak sumbernya.

    “Solusi terbaik adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks politik,” pungkasnya.

    APJII Hoaks Pemilu Zulfadly Syam
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Nur AjijahJuni 14, 2026

    Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan kehidupan sehari-hari, banyak orang mencari cara sederhana untuk meredakan…

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026

    Berenang Vs Lari, Mana yang Lebih Cepat Membakar Lemak Perut?

    Juni 14, 2026

    Rita Widyasari Belum Buka Pintu Politik, Pilih Fokus Pulihkan Nama Baik

    Juni 14, 2026

    Turnamen Karate Jadi Laboratorium Nyata Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim

    Juni 14, 2026
    1 2 3 … 3,144 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.