Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan
    Artikel

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 27, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dr. Tirta Mandira Hudhi saat berbincang-bincang terkait Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan. (Tangkapan layar youtube)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, ​Jakarta – Dalam lanskap komunikasi kesehatan masyarakat, perdebatan mengenai kebiasaan merokok sering kali terjebak dalam dikotomi yang kaku antara edukasi medis yang terkesan menggurui dan pemicu sikap defensif dari kalangan perokok.

    Diskusi antara Tirta Mandira Hudhi dan komika Indra Frimawan memberikan sudut pandang yang lebih realistis dan pragmatis mengenai dinamika ini. Isu sentral yang mengemuka bukan sekadar mengenai bahaya laten dari paparan zat nikotin terhadap tubuh, melainkan bagaimana pendekatan persuasif yang adaptif serta penerapan etika di ruang publik mampu menjadi jembatan yang lebih efektif dalam mendorong kesadaran hidup sehat secara mandiri.

    Secara psikologis, dorongan untuk mempertahankan argumen atau merespons edukasi secara skeptis kerap muncul ketika pesan kesehatan disampaikan dengan cara yang represif. Banyak individu yang merokok menganggap kebiasaan tersebut sebagai bagian dari ruang personal atau gaya hidup yang terbentuk dari rutinitas sosial, sehingga intervensi medis yang terlalu konfrontatif justru menciptakan barikade komunikasi. Sebagaimana ditegaskan oleh Indra Frimawan dalam percakapan tersebut.

    ​”Kalau misalnya ketemu sama yang santai, kita juga bisa jadi sharing. Tapi kalau ketemu yang strik, kita ngerasa diceramahin. Lu ngerti apa soal hidup gua?” ujar Tirta.

    ​Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa efektivitas edukasi kesehatan sangat bergantung pada cara penyampaian. Ketika edukator kesehatan memposisikan diri secara setara dan memahami konteks psikologis individu, dialog yang terbuka dapat terbangun tanpa menimbulkan resistensi berlebihan.

    ​Di sisi lain, kesadaran perokok mengenai pilihan hidupnya juga wajib diimbangi dengan tanggung jawab sosial, khususnya pemenuhan etika di ruang publik. Pilihan untuk merokok atau berhenti merokok pada dasarnya merupakan hak serta keputusan pribadi, namun hak tersebut dibatasi secara ketat oleh kenyamanan dan kesehatan orang lain di lingkungannya.

    Prinsip bahwa merokok harus dilakukan pada tempatnya dan jauh dari kelompok rentan menjadi poin krusial untuk menjaga harmoni sosial. Mengenai pentingnya batasan dan tanggung jawab publik ini, Indra Frimawan menyampaikan pandangannya.

    ​”Selama kita ngelakuin sesuatu yang oke menurut gua, gua ngerokok bertanggung jawab, jauh dari mana atau apa segala macam gitu. Jangan sampai ke orang-orang yang enggak ngerokok apalagi ke anak kecil.” tambahnya.

    ​Kesadaran personal seperti inilah yang menempatkan kesantunan publik sebagai prioritas utama dalam aktivitas harian perokok.

    ​Pada akhirnya, perubahan perilaku kesehatan tidak dapat dipaksakan melalui intimidasi verbal maupun dogma medis yang kaku. Pendekatan persuasif yang menghargai batasan individu, dikombinasikan dengan komitmen perokok untuk tetap bertanggung jawab di ruang publik, menjadi strategi yang jauh lebih berkelanjutan.

    Ketika pesan edukasi disampaikan melalui ruang dialog yang saling menghormati, kesadaran untuk mengontrol dan mengarahkan diri menuju pola hidup yang lebih sehat dapat lahir dari dorongan internal individu itu sendiri.

     

    Dokter Tirta dr Tirta Mandira Hudhi Indra Frimawan Perokok
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026

    Mager dan Sembelit: Mengapa Aktivitas Fisik Sangat Menentukan Kelancaran Pencernaan?

    September 20, 2026

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    September 19, 2026

    Mikroplastik Ada di Air Hujan hingga Tubuh Manusia, Seberapa Berbahaya?

    September 19, 2026

    Bolehkah Mengambil Air dari Masjid Saat Kemarau? Ini Ketentuannya

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    Ratu ArifanzaSeptember 27, 2026

    Insitekaltim, ​Jakarta – Dalam lanskap komunikasi kesehatan masyarakat, perdebatan mengenai kebiasaan merokok sering kali terjebak…

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026

    Asam Lambung Mudah Naik, 10 Makanan Ini Bisa Jadi Alternatif

    September 26, 2026

    PAD Kaltim Dikoreksi Rp1,89 Triliun, Pendapatan Daerah 2026 Turun Jadi Rp13,36 Triliun

    September 26, 2026
    1 2 3 … 3,365 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.