Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aliansi Masyarakat Kaltim Kritik Kebijakan Pemprov, Soroti Dugaan Dinasti Politik

    April 21, 2026

    Kapolda Kaltim Tegaskan Aksi Terkendali, Peringatkan Penyampaian Aspirasi Harus Elegan

    April 21, 2026

    Gubernur Kaltim Bungkam Usai Aksi Seharian, Langsung Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan

    April 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Penanggulangan Bencana Harus Berbasis Data, Bukan Sekadar Reaksi Cepat
    Diskominfo Kaltim

    Penanggulangan Bencana Harus Berbasis Data, Bukan Sekadar Reaksi Cepat

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 22, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Balikpapan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya penanggulangan bencana. Tidak hanya bertumpu pada aksi tanggap darurat di lapangan, tetapi juga melalui perencanaan matang, data akurat, serta keterlibatan masyarakat sejak dini.

    Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2025 yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat, 22 Agustus 2025.

    “BPBD jangan hanya jago di lapangan ketika bencana terjadi. Lebih penting lagi adalah memiliki perencanaan dan pemetaan yang jelas. Kita harus bisa memastikan langkah pencegahan berjalan efektif, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi ancaman bencana,” tegas Sri Wahyuni.

    Menurutnya, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor bukanlah hal baru. Fenomena ini sudah menjadi warisan dengan siklus tahunan, lima tahunan, bahkan sepuluh tahunan. Karena itu, data dan peta risiko sangat penting untuk menentukan pola antisipasi yang tepat.

    “Kalau sejak sekarang kita sudah tahu apa yang mungkin terjadi di 2026, maka langkah pencegahan bisa lebih terarah,” ujarnya.

    Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya pelatihan rutin bagi satuan pelaksana (satlak) di tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan. Satlak disebutnya sebagai ujung tombak penanggulangan bencana di daerah.

    “Kalau satlak terbiasa melakukan simulasi dan punya banyak relawan, maka pekerjaan BPBD akan lebih ringan. Bahkan mereka pantas diberi penghargaan atas dedikasi dan kerja kerasnya,” tambahnya.

    Selain soal perencanaan, Sri juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong agar hasil rakor tidak berhenti sebatas rekomendasi, melainkan ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota melalui sekretaris daerah masing-masing. Dengan begitu, rencana aksi menghadapi siklus bencana bisa dijalankan bersama-sama.

    Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa rakor ini menjadi ruang penyamaan persepsi sekaligus evaluasi rencana aksi.

    “Kami ingin ada kesepakatan bersama tentang apa yang harus dilakukan selama 2026. Bencana hanya bisa dihadapi dengan kerja sama, bukan kerja sendiri-sendiri,” jelasnya.

    Rakor ini dihadiri perwakilan Forkopimda Kaltim, BPBD kabupaten/kota se-Kaltim, pejabat Kemendagri, BNPB RI, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan memperkuat koordinasi agar penanggulangan bencana di Kaltim ke depan semakin terstruktur dan tepat sasaran.

    Dengan strategi berbasis data, dukungan lintas sektor, serta peran aktif masyarakat, Pemprov Kaltim berharap upaya penanggulangan bencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi benar-benar mampu melindungi masyarakat sejak sebelum bencana itu datang.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026

    Jelang Idulfitri, Pemprov Kaltim Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aliansi Masyarakat Kaltim Kritik Kebijakan Pemprov, Soroti Dugaan Dinasti Politik

    Andika SaputraApril 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) bersama mahasiswa menyampaikan kritik terhadap kebijakan…

    Kapolda Kaltim Tegaskan Aksi Terkendali, Peringatkan Penyampaian Aspirasi Harus Elegan

    April 21, 2026

    Gubernur Kaltim Bungkam Usai Aksi Seharian, Langsung Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan

    April 21, 2026

    Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kaltim, BEM FISIP Unmul Desak Evaluasi Pemprov dan DPRD

    April 21, 2026

    Aksi di Depan Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Massa Lempari Aparat hingga AWC Diturunkan

    April 21, 2026
    1 2 3 … 3,065 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.