Insitekaltim, Kukar — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat implementasi program internet gratis di desa melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev).
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Dasmiyah menyampaikan, monev ini menjadi forum strategis untuk memastikan kesiapan teknis sekaligus menyinkronkan pelaksanaan program di seluruh kabupaten/kota.
“Tadi kita membahas tiga hal utama, yaitu aplikasi Sakti Gemas, keamanan informasi, serta persoalan internet dan blank spot,” ujarnya di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu, 26 November 2025.
Ia menegaskan, ketiga aspek tersebut memiliki peran krusial dalam keberhasilan program internet gratis, terutama bagi desa-desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses jaringan.
“Semua ini dalam rangka mendukung program internet gratis di 841 desa,” katanya.
Menurut Dasmiyah, keberhasilan program tidak dapat hanya dibebankan pada pemerintah provinsi, tetapi memerlukan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten/kota serta seluruh perangkat daerah terkait.
“Arahnya kita ingin semua kabupaten/kota dan seluruh SKPD memiliki dukungan dan pemahaman yang sama terhadap program ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) di tingkat kabupaten/kota, mengingat infrastruktur dan pengelolaan jaringan internet berada dalam lingkup kerja mereka.
“Agar program ini bisa terealisasi dengan baik,” tambahnya.
Dasmiyah memastikan, kegiatan monev ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari komitmen Pemprov Kaltim untuk mengawal program prioritas pembangunan daerah.
“Ini adalah bentuk dukungan kami dalam mewujudkan program prioritas Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim,” tegasnya.
Program internet gratis di 841 desa merupakan salah satu langkah strategis Pemprov Kaltim untuk membuka akses informasi, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong transformasi digital hingga ke wilayah terpencil. Melalui evaluasi berkelanjutan, pemerintah berharap tidak ada lagi desa yang tertinggal akibat keterbatasan akses internet.

