Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) dan seminar nasional yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Kota Samarinda.

Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin menyampaikan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda dan mahasiswa.
Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap aktivitas positif generasi muda yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Pada hari ini kita menghadiri kegiatan musyawarah cabang sekaligus seminar nasional yang dilaksanakan di kantor Disporapar Samarinda. Ini bagian dari tanggung jawab kami dalam pengembangan SDM, terutama pemuda dan mahasiswa,” ujarnya.
Musyawarah organisasi memiliki peran strategis, tidak hanya untuk memilih kepengurusan baru tetapi juga sebagai ruang konsolidasi gagasan, pertukaran ide, serta penguatan arah organisasi ke depan.
Melalui forum tersebut, organisasi mahasiswa diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki integritas serta kepedulian terhadap isu-isu pembangunan di daerah.
“Atas nama pemerintah kota kami memberikan apresiasi dan motivasi agar organisasi mahasiswa PMKRI terus menjadi mitra kritis pemerintah. Mereka harus berani memberikan saran, masukan, dan kritik yang konstruktif,” jelasnya.
Ia menekankan keterlibatan aktif mahasiswa dalam memberikan pandangan terhadap kebijakan publik sangat dibutuhkan, agar setiap program pemerintah dapat berjalan sesuai dengan aturan serta kebutuhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah narasumber dan tokoh, termasuk praktisi serta pengamat hukum, yang memberikan perspektif dalam diskusi.
Kehadiran berbagai elemen mulai dari organisasi kepemudaan hingga mahasiswa lintas organisasi, dinilai memperkaya proses dialog yang berlangsung.
Muslimin juga menyampaikan forum seperti ini menjadi momentum penting untuk menghimpun berbagai catatan dan rekomendasi yang nantinya dapat disampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi maupun pertimbangan kebijakan.
“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan masukan-masukan penting yang bisa menjadi bahan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya komitmen Disporapar dalam memberikan ruang bagi pemuda dan mahasiswa untuk beraktivitas.
Pemerintah membuka fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif, seperti seminar, pelatihan, hingga rapat organisasi.
Menurutnya, fasilitas yang disediakan telah dilengkapi dengan sarana pendukung yang memadai, sehingga dapat menunjang kelancaran kegiatan generasi muda.
“Kami memberikan wadah bagi mereka untuk berkreasi dan berorganisasi. Tentu dengan mekanisme yang ada, seperti bersurat, menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban,” ujarnya.
Ia berharap dengan dukungan fasilitas dan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan organisasi mahasiswa akan lahir generasi muda yang aktif, kritis, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Samarinda ke depan.
