Insitekaltim, Samarinda – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Samarinda tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perekrutan petugas upacara, tetapi juga dipandang sebagai proses pembentukan karakter yang berdampak jangka panjang bagi generasi muda.
Ketua Panitia Seleksi Paskibraka yang juga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Neneng Chamelia Santi menegaskan, nilai utama dari kegiatan ini terletak pada pembentukan pribadi yang berintegritas dan berkarakter kuat, bukan sekadar hasil akhir seleksi.
“Ini bukan hanya soal siapa yang terpilih, tapi bagaimana proses ini membentuk karakter generasi muda,” ujarnya, Sabtu 4 April 2026.
Ia menekankan pengalaman menjadi Paskibraka akan terus melekat dalam kehidupan peserta, bahkan hingga mereka dewasa dan terjun di berbagai bidang.
“Pengalaman ini akan diingat seumur hidup, termasuk nilai disiplin dan tanggung jawab yang terbentuk selama proses,” jelasnya.
Menurutnya para alumni Paskibraka umumnya memiliki karakter yang kuat serta hubungan emosional yang tetap terjaga, bahkan hingga bertahun-tahun setelah mereka mengikuti seleksi.
“Mereka tetap terhubung, saling mengenal sebagai kakak dan adik, tanpa melihat usia atau angkatan. Itu yang menjadi nilai lebih dari Paskibraka,” katanya.
Neneng juga menilai bahwa pembentukan integritas menjadi poin penting yang harus dimiliki setiap peserta. Nilai tersebut tidak hanya dibutuhkan selama seleksi, tetapi juga menjadi bekal dalam kehidupan ke depan.
“Integritas ini akan dibawa sampai kapan pun, dalam kehidupan dan saat mereka berkarya di mana saja,” ujarnya.
Ia bahkan menyiapkan penguatan tambahan terkait wawasan integritas di luar agenda utama seleksi sebagai bagian dari pembinaan peserta.
Selain itu ia mengingatkan bahwa kesempatan mengikuti seleksi ini merupakan peluang berharga yang tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga kebanggaan tersendiri bagi peserta dan keluarga.
“Menjadi Paskibraka adalah kebanggaan yang akan selalu dikenang, bukan hanya oleh diri sendiri tetapi juga keluarga,” tambahnya.
Ia pun mendorong seluruh peserta untuk mengikuti proses seleksi dengan sungguh-sungguh, tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menyerap nilai-nilai yang ada di dalamnya.
“Siapkan diri sebaik mungkin dan jadikan ini sebagai proses untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

