Insitekaltim, Pasuruan — Kondisi di kawasan pesisir dan Pelabuhan Kota Pasuruan kini kembali berangsur normal, setelah insiden pembakaran sejumlah perahu nelayan yang sempat menimbulkan keresahan warga. Aktivitas masyarakat dan nelayan mulai berjalan kembali dengan pengamanan aparat yang masih disiagakan di beberapa titik rawan.
Kapolres Pasuruan Kota Titus Yudho Uly, memastikan situasi keamanan tetap terkendali. Pihak kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah daerah terus melakukan patroli serta pendekatan persuasif kepada masyarakat guna mencegah konflik lanjutan.
“Kami memastikan wilayah tetap aman dan kondusif. Masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas atau berita hoaks yang bisa memperkeruh suasana,” ujar Titus, Kamis, 5 Febuari 2026.
Sementara itu, Camat Panggungrejo Kota Pasuruan Hermanto juga menegaskan, kondisi wilayahnya saat ini sudah kembali tenang setelah dilakukan komunikasi dan kesepakatan bersama antar pihak terkait.
“Kami memastikan semuanya tetap kondusif. Selain itu, kami bersama para nelayan juga sudah menandatangani surat kesepakatan bahwa penggunaan alat tangkap ikan berupa jaring pukat harimau dilarang karena sudah diatur dalam undang-undang,” jelas Hermanto.
Larangan penggunaan alat tangkap tersebut mengacu pada peraturan perikanan nasional, yang melarang penggunaan alat tangkap merusak karena dapat mengancam kelestarian ekosistem laut dan keberlanjutan hasil tangkapan nelayan.
Pemerintah kecamatan bersama aparat keamanan dan tokoh masyarakat kini terus mendorong dialog, serta komitmen bersama agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Di sisi lain, nelayan berharap situasi benar-benar pulih sehingga aktivitas melaut dapat berjalan normal tanpa kekhawatiran konflik kembali muncul.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan atas peristiwa pembakaran perahu tersebut, sembari memastikan kondisi keamanan di kawasan pesisir Pasuruan tetap terjaga.

