Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan
    Samarinda

    Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan

    RidhoBy RidhoJanuari 13, 2026Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Petugas pengelola parkir, Nu’man
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penerapan sistem parkir non tunai (cashless) di kawasan Pasar Pagi Samarinda masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari persoalan teknis pembayaran hingga keterbatasan kapasitas parkir, khususnya untuk kendaraan roda empat.

    Sejak diberlakukan, pengunjung Pasar Pagi diwajibkan menggunakan metode pembayaran non tunai seperti QRIS maupun kartu elektronik (tap cash). Namun pada tahap awal implementasi, kebijakan ini sempat menuai polemik di masyarakat, terutama terkait besaran tarif parkir yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    Tarif yang terpasang di area parkir bukanlah tarif normal, melainkan tarif maksimal yang dikenakan kepada pengguna yang tidak menggunakan sistem pembayaran non tunai.

    “Tarif itu bukan tarif parkir yang berlaku umum, tetapi tarif maksimal bagi masyarakat yang masuk area parkir tanpa menggunakan QRIS atau kartu tap cash,” ujar Petugas Pengelola Parkir Nu’man, Selasa, 13 Januari 2026.

    Selain persoalan tarif, kendala teknis juga masih terjadi pada penggunaan kartu elektronik tertentu. Saat ini, kartu Brizzi belum dapat digunakan lantaran sistem dari pihak vendor dan jaringan PT terkait masih dalam proses pembaruan.

    Sementara itu, kartu Mandiri e-money dan BNI TapCash sudah dapat digunakan oleh pengunjung.

    “Kartu Brizzi memang belum bisa digunakan karena server dari vendornya belum tersedia. Saat ini masih dalam tahap pembaruan sistem,” jelasnya.

    Dari sisi pemahaman masyarakat, sebagian pengunjung juga dinilai belum sepenuhnya memahami mekanisme parkir cashless. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, mayoritas pengunjung mulai beralih menggunakan pembayaran non tunai karena pembayaran tunai langsung dikenakan tarif maksimal.

    Untuk kendaraan roda dua, tarif maksimal ditetapkan sebesar Rp10.000, sedangkan kendaraan roda empat sebesar Rp25.000.

    “Sejauh ini pengunjung lebih banyak menggunakan QRIS dan tap cash. Pembayaran tunai relatif sedikit karena langsung dikenakan tarif maksimal,” katanya.

    Kendala lain yang cukup menonjol adalah keterbatasan kapasitas parkir kendaraan roda empat. Pada hari libur, khususnya Minggu, lonjakan pengunjung menyebabkan area parkir mobil cepat penuh, meski tidak seluruh pedagang beroperasi.

    Apabila kapasitas parkir penuh, petugas mengarahkan pengunjung untuk memarkir kendaraan di area alternatif, yakni Masjid Raya Samarinda. Kebijakan tersebut bersifat sementara sambil menunggu solusi jangka panjang terkait penambahan atau penataan ulang kapasitas parkir.

    Sementara itu, untuk parkir kendaraan roda dua dinilai tidak mengalami kendala berarti. Area parkir sepeda motor masih mencukupi dan dapat menampung kendaraan, baik di lantai satu maupun lantai dua.

    “Untuk roda dua tidak ada masalah yang menjadi perhatian utama saat ini adalah parkir untuk roda empat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Ratu ArifanzaAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 15 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membukukan…

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.