Insitekaltim, Samarinda – Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi politik di daerah dengan menargetkan masuk empat besar pada pemilu mendatang.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kaltim Jasno, usai pelantikan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat/Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Kaltim.
Jasno mengungkapkan bahwa pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PAN, didampingi sejumlah menteri anggota DPR, serta jajaran pengurus pusat lainnya.
Kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan rapat kerja wilayah selama dua hari sebagai langkah konsolidasi partai.
“Target kita jelas sesuai arahan ketua umum, PAN harus masuk empat besar, baik di Kaltim maupun secara nasional. Ini menjadi tanggung jawab besar yang harus kita wujudkan,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.
Ia menegaskan strategi utama yang akan dilakukan adalah memaksimalkan kerja mesin partai hingga ke tingkat daerah pemilihan (dapil). PAN menargetkan seluruh dapil, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat terisi kursi legislatif.
“Setiap dapil harus terisi, tidak boleh ada yang kosong. Target kita 100 persen kursi di tiap dapil bisa kita isi,” tegasnya.
Selain fokus legislatif PAN Kaltim juga mulai mempersiapkan kader untuk maju di kontestasi eksekutif. Sejumlah nama disebut telah disiapkan untuk bertarung di beberapa daerah, seperti Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Samarinda, hingga Bontang.
“Untuk Samarinda saya siap maju, baik sebagai wali kota maupun wakil wali kota. Di daerah lain juga sudah kita siapkan kader-kader terbaik,” ungkap Jasno.
Tak hanya itu, PAN juga membuka peluang untuk ikut dalam kontestasi tingkat provinsi, baik sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.
“Secara regulasi PAN memiliki peluang untuk mencalonkan dan dicalonkan. Kita tentu ingin ikut berkontribusi di tingkat provinsi,” katanya.
Terkait isu hak angket yang berkembang, Jasno menyebut partai masih menunggu laporan resmi dari fraksi PAN di DPRD sebelum mengambil sikap politik.
“Semua ada mekanisme partai. Kita tunggu laporan dari fraksi nanti akan dibahas dalam rapat internal untuk menentukan keputusan terbaik,” jelasnya.
Ia menambahkan komunikasi politik tetap akan dilakukan dengan berbagai pihak, sembari melihat perkembangan situasi di lapangan.
“Kita lihat dulu dinamika yang ada. Keputusan partai tentu akan mempertimbangkan kondisi dan kepentingan masyarakat,” tutupnya.

