Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tak Mau Bereksperimen, Lefundes Pilih Andalkan Konsistensi Borneo FC Lawan Persita

    Mei 4, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Suara Lantang Koalisi Pers Kaltim, Kebebasan Pers Pilar Utama Informasi Publik

    Mei 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Mulai 30 Juni, Rawat Inap BPJS Kaltim Gunakan KRIS
    Diskominfo Kaltim

    Mulai 30 Juni, Rawat Inap BPJS Kaltim Gunakan KRIS

    SittiBy SittiMei 7, 2025Updated:Juni 3, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Tak ada lagi kelas 1, 2, atau 3. Mulai 30 Juni 2025, seluruh rumah sakit di Kalimantan Timur (Kaltim) akan memberlakukan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) untuk seluruh peserta BPJS Kesehatan.

    Kebijakan ini sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 yang menghapus sistem kelas dalam layanan rawat inap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Sistem KRIS akan menggantikan pengelompokan kelas sebelumnya dan menerapkan standar fasilitas pelayanan kesehatan yang seragam bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan. Seluruh rumah sakit mitra BPJS Kesehatan di Kaltim ditargetkan memenuhi 12 kriteria layanan KRIS sebelum 30 Juni 2025.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyampaikan bahwa proses penyesuaian tengah dilakukan di rumah sakit se-Kaltim.

    “Kita dari 66 rumah sakit, sudah ada 12 yang sedang dalam proses persiapan. Rencananya mulai 30 Juni 2025 itu sudah tidak ada kelas 1, 2, 3 semuanya. Yang ada adalah kelas standar yang sama di setiap ruangan,” ujar Jaya di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Rabu 7 Mei 2025.

    Ia menambahkan, fasilitas ruang rawat inap akan disamaratakan dan ditingkatkan setara dengan standar layanan kelas 1 saat ini.

    “Setiap ruangan maksimal 4 bed, pencahayaan 300 lux, tempat tidur tidak boleh nempel tembok, harus ada jarak minimal 50 cm agar nyaman. Termasuk kamar mandi harus di dalam ruangan,” ungkapnya.

    Penerapan sistem KRIS mewajibkan rumah sakit memenuhi 12 kriteria standar fasilitas rawat inap, sebagaimana tertuang dalam Pasal 46A Ayat 1 Perpres 59/2024. Kriteria tersebut meliputi:

    1. Komponen bangunan tidak berpori tinggi.
    2. Ventilasi udara minimal 6 kali pergantian per jam.
    3. Penerangan ruangan 250 lux dan 50 lux untuk tidur.
    4. Dua kotak kontak dan nurse call per tempat tidur.
    5. Nakas pada tiap tempat tidur.
    6. Suhu ruang 20–26 derajat Celsius.
    7. Ruang dibedakan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit.
    8. Maksimal 4 tempat tidur per ruang, jarak antar tepi minimal 1,5 meter.
    9. Tirai atau partisi antar tempat tidur.
    10. Kamar mandi dalam ruangan.
    11. Kamar mandi sesuai standar aksesibilitas.
    12. Adanya outlet oksigen.

    Menurut Jaya, rumah sakit yang tidak memenuhi 12 standar tersebut tidak akan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

    “Kalau tidak, BPJS tidak akan mau bekerjasama. Karena itu, rumah sakit harus memastikan semua fasilitas sudah sesuai sebelum 30 Juni nanti,” tegasnya.

    Saat ini, beberapa rumah sakit besar di Kaltim seperti RSUD AW Sjahranie Samarinda dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sudah menyiapkan infrastruktur baru. Salah satunya melalui pembangunan Gedung Pandurata yang akan dijadikan pusat layanan terpadu berbasis standar KRIS.

    Dengan penerapan sistem KRIS, pemerintah ingin memastikan semua peserta BPJS Kesehatan mendapatkan layanan yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan kelas. Langkah ini juga diharapkan meningkatkan kenyamanan, mutu, dan efisiensi layanan kesehatan. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    BPJS Kesehatan Dinkes Kaltim Jaya Mualimin KRIS Pemprov Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pelantikan 234 PNS Kaltim, Rudy: Bukan Sekadar Status, Ini Tanggung Jawab Negara

    Mei 4, 2026

    Heboh Anggaran Laundry Rp450 Juta, Pemprov Kaltim Angkat Bicara

    Mei 4, 2026

    Tak Batasi Usia, Gratispol Kaltim Buka Jalan Dokter Jadi Spesialis

    Mei 3, 2026

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Rudy Mas’ud Serukan Politik Berbasis Kepentingan Rakyat di Pelantikan PAN Kaltim

    April 26, 2026

    Rakor Diskominfo se-Kaltim 2026: Faisal Dorong Integrasi Data dan Sinergi Digital Antar Daerah

    April 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tak Mau Bereksperimen, Lefundes Pilih Andalkan Konsistensi Borneo FC Lawan Persita

    Andika SaputraMei 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pelatih kepala Borneo FC Samarinda Fabio Lefundes menegaskan timnya tidak akan melakukan…

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Suara Lantang Koalisi Pers Kaltim, Kebebasan Pers Pilar Utama Informasi Publik

    Mei 4, 2026

    Pelantikan 234 PNS Kaltim, Rudy: Bukan Sekadar Status, Ini Tanggung Jawab Negara

    Mei 4, 2026

    Seleksi Paskibraka Kaltim 2026 Makin Ketat, 40 Peserta Terbaik, Tanpa Jatah Daerah

    Mei 4, 2026
    1 2 3 … 3,087 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.