Insitekaltim, Samarinda — Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) Abdurrahman Amin menegaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik wartawan melalui kegiatan olahraga bersama. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui ajang silaturahmi mini soccer yang mempertemukan jurnalis dari Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan.

Abdurrahman menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Regional 3 Kalimantan serta Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga bersama menjadi ruang kebersamaan bagi wartawan lintas daerah sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarjurnalis di Kaltim.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana teman-teman wartawan bisa kembali berbaur dan menjaga kebersamaan. Apalagi gaya hidup wartawan itu tekanan pikirannya tinggi dan aktivitas fisiknya cukup berat,” ujar Abdurrahman Jumat, 19 Desember 2025.
Ia menambahkan, olahraga seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gaya hidup wartawan. Oleh karena itu, PWI Kaltim secara rutin menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) setiap tahun sebagai upaya menjaga kebugaran dan solidaritas antarjurnalis.
Lebih lanjut, Abdurrahman menjelaskan bahwa Porwada Kaltim 2026 direncanakan digelar di Balikpapan dengan konsep skala besar menyerupai Pekan Olahraga Nasional Wartawan (Porwanas). Kegiatan tersebut akan melibatkan kontingen dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim.
“Porwada Kaltim 2026 akan mempertandingkan sembilan cabang olahraga dengan 16 nomor pertandingan, di antaranya futsal, atletik, biliar, bulu tangkis, catur, bridge, serta cabang jurnalistik yang meliputi lomba penulisan, videografi, dan fotografi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa syarat utama keikutsertaan wartawan dalam Porwada maupun Porwanas adalah telah mengikuti dan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Wartawan yang telah UKW, baik tergabung dalam PWI maupun di luar PWI, tetap dapat mengikuti ajang tersebut selama diutus oleh kontingen daerah masing-masing.
“UKW menjadi pembeda profesi kita sebagai wartawan. Selama sudah UKW dan diutus daerah, silakan ikut. Ini tentang profesi dan kebersamaan,” pungkasnya.

