Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Mendagri: Lestarikan Hutan Cegah Kenaikan Temperatur Bumi
    Nasional

    Mendagri: Lestarikan Hutan Cegah Kenaikan Temperatur Bumi

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 25, 2024Updated:April 25, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Surabaya – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin langsung upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII Tahun 2024 di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024). Peringatan tahun ini mengusung tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Hidup yang Sehat”.

    Teks: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memimpin langsung upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII Tahun 2024 di halaman Balai Kota Surabaya.

    Ia menguraikan tema yang diambil tahun dipilih karena betapa dalam beberapa waktu ke depan lingkungan dunia tidak dalam kondisi baik-baik saja.

    Tito mengajak semua daerah di Indonesia memanfaatkan momentum peringatan tahun ini untuk memperkuat komitmen membangun keberlanjutan demi mewujudkan pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan.

    “Target peningkatan suhu kita tidak lebih dari dua derajat setiap tahun. Karena itu perlu pelestarian hutan dan alam untuk mencegah kenaikan temperatur lebih dua derajat. Belum lagi berefek pada elnino, lanina, banjir, longsor dan lainnya,” ungkap Mendagri.

    Lebih jauh diterangkan Mendagri, konsekuensi yang saat ini tidak bisa dihindari adalah climate change (perubahan iklim) dan pemanasan global. Semua terjadi karena emisi yang berlebihan. Sebab itu, dunia dan termasuk Indonesia harus beradaptasi dengan pembangunan ramah lingkungan.

    Dampak perubahan cuaca tidak bisa dianggap sepele. Bahkan menurut Mendagri akan lebih berat dari pandemi Covid-19.

    “Kenaikan temperatur lebih 2 derajat setiap tahun akan mengancam keselamatan dunia,” bebernya.

    Es di kutub utara akan mencair hingga menyebabkan peningkatan air laut, menimbulkan abrasi dan penurunan permukaan tanah di kawasan pesisir. Beberapa pulau di dunia bahkan diprediksi akan tenggelam.

    “Dubai yang kota modern saja terhempas oleh badai dan banjir bandang. Ini semua efek gas rumah kaca,” tandasnya.

    Karena itu ke depan harus dilakukan pengurangan penggunaan energi fosil dan mengubahnya menjadi renewable energy (energi terbarukan), hidro power (energi air), solar power (energi matahari) dan wind power (energi angin). Opsi lainnya adalah mendorong optimalisasi blue energy, yakni pemanfaatan energi dari kekuatan laut.

    “Untuk itu, juga diperlukan terobosan kreatif dari para kepala daerah,” tegas Tito.

    Mendagri juga memberi pesan lain terkait otonomi daerah. Bagi Tito, seperempat abad momentum otonomi daerah, Indonesia harus melakukan introspeksi dari implementasi otonomi daerah.

    “Tujuan utama otonomi daerah itu ada dua, yaitu mencapai kesejahteraan dan demokrasi tetap berjalan dengan baik,” ungkap mantan Kapolri itu.

    Hal-hal penting yang perlu diperhatikan lanjut Tito, pelayanan publik harus lebih efektif dan efisien, menekankan local wisdom (kearifan lokal) dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) secara bijak.

    “Urusan konkuren yang diserahkan kepada daerah menjadi dasar pelaksanaan otonomi daerah. Silakan diatur dan diolah sesuai kondisi daerah masing-masing, namun harus tetap partisipatif, transparan dan akuntabel,” pesan Tito.

    “Ingat, ini instrumen untuk mempercepat penciptaan masyarakat Madani. Satu lagi, desentralisasi bukan desentralisasi penuh ya, karena kita bukan negara federal,” tambahnya.

    Contoh penyusunan APBD harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat untuk membangun kepercayaan publik dan kegotongroyongan.

    Dalam momentum tersebut juga dilakukan penganugerahan Penghargaan Satyalancana Karya Bakti Praja Nugraha kepada sejumlah kepala daerah dan mantan kepala daerah yang berprestasi. Antara lain mantan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

    Mendagri SDA SDM Tito Karnavian
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Andi Harun Soroti Ancaman Ketahanan Pangan, Ingatkan SDA Kaltim Tak Boleh Dihabiskan

    April 4, 2026

    IMM Kaltim Soroti Isu Lingkungan Hingga SDM, Tegaskan Peran Strategis Mahasiswa dalam Kebijakan Daerah

    April 4, 2026

    Ekonomi Kaltim Terancam Ketergantungan Tambang, BI Dorong Pariwisata dan UMKM Jadi Penyelamat

    Maret 31, 2026

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Wacana Pemisahan Disporapar Samarinda Menguat, Terkendala Anggaran dan Keterbatasan SDM

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    Andika SaputraApril 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    April 12, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.