Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    July 26, 2026

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Internasional»Melihat Aktvitas Dubai 24 Jam di Bandara
    Internasional

    Melihat Aktvitas Dubai 24 Jam di Bandara

    SukriBy SukriJanuary 13, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Dubai 24 Jam di Bandara
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Dubai –Sebelum menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci, Mekkah dan Madinah, saya akan singgah dulu ke Turki. Perjalanan menuju Turki ini adalah  momen pertama saya ke luar negeri.

    Kali pertama juga saya naik  pesawat berbadan besar, Emirates. Lebih lega ketimbang naik pesawat di Indonesia, walaupun sama-sama kelas ekonomi.

    Setelah sekitar 8 jam terbang dari Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten,  pesawat mendarat di Bandara Dubai, Qatar. Rombongan kami harus transit untuk waktu sekitar 9 jam.

    Kami tiba sekitar pukul 23.00 waktu Dubai. Dan baru berangkat kembali sekitar pukul 8 pagi hari menuju Istambul, Turki.

    Karena ini pengalaman pertama, jujur saya sedikit merasa aneh. Sebab biasanya, pada pukul 23 dan seterusnya, waktu beraktivitas mulai sepi. Bandara tutup, lampu sebagian besar padam dan sepi aktivitas.

    Saya jadi teringat mantan Gubernur Kaltim, Isran Noor. Orang tua itu kerap melucu dengan menyebut salah satu kecamatan paling maju di Indonesia. Namanya, Kota Bangun. Sebuah kecamatan yang tidak pernah tidur. Walaupun itu hanya sebuah nama, dan makna yang berbeda dari para pengusul nama Kota Bangun.

    Di Bandara Internasional Dubai, saya baru benar-benar melihat sebuah bandara yang tidak tidur. Terus menyala dan terus beraktivitas. Tentu saya tidak bertanya jauh, pesawat apa saja, dari mana dan mau kemana mereka dari malam hari, dini hari, jelang subuh, sampai pagi, siang dan malam lagi. Begitu terus setiap hari.

    Menunggu waktu transit yang lama, saya pun memilih beristirahat di salah satu sudut bandara yang disiapkan untuk tempat beribadah bagi umat muslim, prayer room.

    Di sebelahnya ada toilet. Saya pun sempat berbincang dengan tiga petugas kebersihan di sekitar area itu.
    Muhammad Ridoan dan Muhammad Sahzal, keduanya dari Bangladesh muslim. Satu lagi, kawan mereka,  Arti dari Nepal. Arti beragama Hindu.

    Ketiganya pun tampak bekerja sama dan berkomunikasi sangat fasih dalam bahasa Bangladesh.

    “Ya, kami selalu menggunakan bahasa Bangladesh. Arti sudah terbiasa,” kata Ridoan.

    Dalam sehari, di bandara itu, mereka bekerja dalam waktu 12 jam. “Dalam seminggu kami libur sehari. Enam hari bekerja, sehari kami libur,” timpal Sahzal.

    Dari pekerjaan itu mereka menerima upah sekitar 2.900 Dirham per bulan atau sekitar Rp17 juta.

    Di Bandara Internasional Dubai, kesibukan sepanjang malam, dini hari, subuh dan siang hingga malam terus berlangsung. Semua tampak sibuk. Bukan hanya petugas kesehatan, tapi juga imigrasi, travel, penukaran valuta asing, dan pekerja kuliner dan pertokoan di dalam bandara.

    Ribuan penumpang berlalu lalang sepanjang 24 jam nonstop setiap hari. Bisa dibayangkan, berapa besar dampak perekonomian untuk Uni Emirat Arab dari beragam aktivitas jasa dan ekonomi dari bandara ini. Wajar saja, karena Dubai banyak menjadi pilihan transit maskapai penerbangan dunia, menuju Asia, Eropa dan juga Amerika.

    Lalu, kapankah Kalimantan Timur bisa memiliki “Bandara Bangun”, untuk melengkapi Kota Bangun yang sudah lama kita miliki. Mungkin IKN akan menjawab. Wallahu a’lam.

    24 Jam. Emira Arab Bandara Dubai
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sukri

    Related Posts

    LPTQ Kaltim Tambah Prestasi Internasional Lewat Kemenangan Qori di Malaysia

    July 6, 2026

    Ketua JMSI Jatim, Kekuatan Media Terletak pada Jaringan dan Silaturahmi

    March 27, 2026

    Bidik Surabaya–Jakarta, MSI Group Perkuat Ekspansi Menuju Media Nasional

    March 27, 2026

    Dewi Sukarno: Pemikiran Juche dan Tri Sakti Bung Karno Sejiwa dalam Semangat Kemandirian Bangsa

    October 12, 2025

    Termuda, Peserta Indonesia Tampil Memukau di Musabaqah Brunei

    March 16, 2025

    Karena MSI, Rindu Kembali ke Masjidil Haram

    February 8, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pusat Layanan Gedung Pandurata Jadi Rawat Inap Baru RSUD AWS

    Nur AjijahJuly 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Gedung Pandurata akan difungsikan sebagai pusat layanan rawat inap baru RSUD Abdul…

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    July 26, 2026

    Bukan Sekadar Lari, Euforia Bhayangkara Run Bikin Peserta Ingin Kembali

    July 26, 2026

    Meski Berat dan Merepotkan, Tumbler Tetap Jadi Andalan Anak Muda Saat Beraktivitas

    July 26, 2026

    Dikiranya Keren, Ternyata Jurusan Kuliah Favorit Orang Indonesia Ini Malah Dibuang oleh China

    July 26, 2026
    1 2 3 … 3,240 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.