Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Turnamen Karate Jadi Laboratorium Nyata Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim

    Juni 14, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan UKM Baru, Bidik Prestasi Mahasiswa di Tingkat Nasional

    Juni 14, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Masyarakat Umum Boleh ke Pura, Tapi Pahami Tata Caranya
    Diskominfo Kaltim

    Masyarakat Umum Boleh ke Pura, Tapi Pahami Tata Caranya

    LarasBy LarasMaret 11, 2024Updated:Maret 11, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua WHDI Kaltim Tuti Ketut Witana dan anggota WHDI Kaltim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Pura merupakan tempat umat Hindu memuja Sang Hyang Widhi beserta perwujudannya atau tempat ibadah Hindu untuk memuja roh suci leluhur.

    Teks: Pengurus Pura Jagat Hita Karana Samarinda bersama Andi Harun

    Tidak hanya umat Hindu, Wakil Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kalimantan Timur (Kaltim) Tuti Ketut Witana menjelaskan, pura dapat dikunjungi oleh masyarakat umum.

    Namun, Tuti menyampaikan, terdapat berbagai aturan yang harus dipatuhi. Salah satunya, wanita yang sedang haid atau nifas sebaiknya tidak memasuki pura, mengingat kebersihan dan kesucian tempat ibadah sangat dijunjung tinggi.

    “Tidak hanya sebagai halangan, namun ini juga demi menjaga kesucian tempat ibadah kami. Setelah melahirkan, wanita baru boleh memasuki pura setelah melewati masa 42 hari,” ungkapnya di Pura Jagat Hita Karana Samarinda, Minggu (10/3/2024).

    Selain itu, tata cara berpakaian juga menjadi perhatian penting. Wanita disarankan untuk memakai senteng atau kain yang melambangkan pengikatan pikiran negatif dan menjaga hati. Sementara laki-laki diwajibkan menggunakan udeng atau kain penutup kepala.

    “Tata cara berpakaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesucian dan kebersihan saat memasuki pura,” tambahnya.

    Warna busana juga menjadi perhatian, di mana umat Hindu dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih, terutama saat merayakan Hari Suci Nyepi. Hal ini melambangkan kebersihan dan kesucian, serta sebagai wujud penghormatan terhadap perayaan yang sakral.

    “Tidak hanya memakai pakaian berwarna putih, namun juga disarankan untuk menghindari pemakaian rok pendek dan pakaian ketat serta tipis,” jelas Tuti Ketut Witana.

    Bagi wanita yang berkunjung ke pura, Tuti mengingatkan untuk mengikat rambut agar tidak mengganggu kesucian tempat ibadah.

    “Penting bagi kita semua, termasuk masyarakat umum yang berkunjung ke pura, untuk memahami dan menghormati tata cara yang berlaku demi menjaga kesucian dan kebersihan tempat ibadah kami,” pungkasnya.

    Terbukanya kunjungan masyarakat umum ke pura menjadi langkah umat Hindu untuk menjunjung tinggi toleransi agar tercipta harmoni kedamaian antarumat beragama.

    Tuti Ketut Witana WHDI
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Turnamen Karate Jadi Laboratorium Nyata Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim

    SittiJuni 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Riuh sorak dari arena pertandingan tak hanya menjadi milik para atlet karate…

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan UKM Baru, Bidik Prestasi Mahasiswa di Tingkat Nasional

    Juni 14, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    Open Turnamen Karate Piala Rektor IKIP PGRI Kaltim Jadi Ajang Cari Bibit Atlet Masa Depan

    Juni 13, 2026

    Tak Lagi Soal Kesepian, Anak Muda Justru Nyaman Habiskan Waktu Sendiri

    Juni 13, 2026
    1 2 3 … 3,143 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.