Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan
    Kaltim

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 12, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq (kiri) dan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud (kanan) saat membahas populasi Pesut Mahakam.(Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kabar bertambahnya populasi Pesut Mahakam tak hanya menjadi catatan ekologis, tetapi juga membuka sisi lain: peran masyarakat lokal sebagai garda terdepan konservasi mulai menunjukkan hasil nyata.

    Dalam pertemuan di Command Center Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Jumat, 10 April 2026, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofi justru menyampaikan laporan langsung kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud.

    “Pak Gubernur, pesutnya nambah empat. Lahir tujuh, mati tiga. Sekarang jadi 66 ekor,” ujar Hanif.

    Data tersebut mencerminkan dinamika yang tidak sederhana. Di balik angka kelahiran dan kematian, terdapat kerja panjang yang melibatkan pemerintah hingga masyarakat di kawasan sungai.

    Selama ini, ancaman terhadap Pesut Mahakam masih didominasi aktivitas manusia. Mulai dari praktik perikanan destruktif, penggunaan jaring yang tidak ramah satwa, hingga kerusakan habitat sungai yang terus terjadi.

    Namun, perubahan mulai terlihat di beberapa titik. Desa Pela, Kutai Kartanegara, menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga ekosistem. Warga tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pemantau langsung pergerakan pesut di perairan sekitar.

    Pendekatan ini diperkuat dengan kebijakan pemerintah, seperti penetapan kawasan konservasi, penguatan regulasi lingkungan, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

    “Pesut ini bukan hanya milik Kaltim, tapi milik Indonesia,” tegas Hanif.

    Gubernur Rudy Mas’ud juga menegaskan bahwa keberadaan pesut memiliki makna lebih dari sekadar simbol daerah.

    Menurutnya, pesut adalah indikator kesehatan ekosistem perairan di Kalimantan Timur. Ketika populasinya bertahan, bahkan bertambah, itu menandakan masih adanya ruang hidup yang terjaga.

    Meski demikian, tantangan besar masih membayangi. Pesut Mahakam termasuk spesies dengan tingkat reproduksi rendah. Dalam siklus hidupnya yang bisa mencapai sekitar 40 tahun, pesut hanya mampu berkembang biak dua hingga tiga kali.

    Artinya, setiap kelahiran menjadi sangat penting, dan setiap kematian membawa dampak besar terhadap kelangsungan populasi.

    Saat ini, Pesut Mahakam masih berstatus critically endangered atau terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature, serta masuk dalam perlindungan ketat Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) Appendix I.

    Kemunculannya pun kini semakin terbatas, hanya ditemukan di wilayah tertentu seperti Sungai Pela dan Danau Semayang, berbeda dengan beberapa dekade lalu ketika pesut masih sering terlihat hingga kawasan Samarinda.

    Dukungan internasional dari United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP) turut memperkuat upaya konservasi. Namun, keberhasilan di lapangan tetap sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

    Angka 66 ekor mungkin terlihat kecil. Namun dalam konteks konservasi, angka tersebut menjadi penanda bahwa upaya bersama—dari kebijakan hingga aksi di tingkat desa—mulai bergerak ke arah yang tepat.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    9 Jam Berjibaku, Warga dan Relawan Padamkan Kebakaran 4 Hektare di Prangat Baru

    Agustus 19, 2026

    Impian Sejak SMP Terwujud, Beatrice Limbong Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI di Kaltim

    Agustus 17, 2026

    BMKG Catat 78 Titik Panas di Kaltim, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

    Juli 19, 2026

    Kaltim Bidik Pertahankan Juara Umum MTQN, LPTQ Tekankan Pembinaan Berbasis Pengabdian

    Juli 14, 2026

    Produksi Ikan Kaltim Meningkat, DKP Pastikan Pasok Bahan Baku MBG Aman

    Juli 13, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Andika SaputraAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Aris Mulyanata…

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.