Insitekaltim, Samarinda – Membeli segelas minuman favorit setelah bekerja, jajan makanan manis sepulang beraktivitas, atau checkout barang kecil yang sudah lama diincar bisa menjadi bentuk sederhana seseorang memberi hadiah kepada dirinya sendiri.
Kebiasaan tersebut dikenal dengan istilah little treat, yakni menikmati sesuatu yang relatif kecil dan terjangkau sebagai bentuk kesenangan atau penghargaan terhadap diri sendiri.
Tren ini banyak dikaitkan dengan generasi muda dan berkembang di media sosial. Bentuknya pun tidak selalu berupa makanan. Produk kecantikan, skincare, minuman, camilan hingga pembelian dalam aplikasi termasuk sejumlah hal yang kerap menjadi pilihan.
Riset Circana menunjukkan satu dari lima Gen Z membeli little treat untuk dirinya sendiri setiap hari. Sebanyak 64 persen Gen Z dalam riset tersebut menyebut alasan membeli little treat adalah sebagai bentuk penghargaan atau hadiah bagi diri sendiri.
Kebiasaan memberi hadiah kecil juga tidak selalu muncul setelah seseorang mencapai sesuatu yang besar. Menyelesaikan pekerjaan, menuntaskan tugas rumah, menjalani hari yang melelahkan atau sekadar membutuhkan waktu untuk bersantai dapat menjadi alasan menikmati little treat.
Laporan State of Snacking dari Mondelēz International menunjukkan 94 persen konsumen global dalam survei 2024 mengaku kemungkinan menikmati camilan sebagai hadiah atau bentuk memanjakan diri. Sebanyak 80 persen juga mengatakan menggunakan camilan untuk memberi penghargaan kepada diri sendiri setelah menjalani hari yang produktif.
Di sisi lain, kebiasaan tersebut tidak selalu berarti mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Survei SurveyMonkey pada 2026 menemukan 62 persen responden di Amerika Serikat menikmati hadiah kecil untuk diri sendiri setidaknya sebulan sekali. Sebanyak 52 persen responden yang melakukan pembelian tersebut menghabiskan 25 dolar AS atau kurang.
Karena nilainya relatif kecil, little treat terasa lebih mudah dilakukan dibandingkan membeli barang mahal sebagai bentuk penghargaan diri. Secangkir kopi, makanan penutup, produk perawatan diri atau barang kecil yang disukai dapat memberikan kesenangan tanpa harus menunggu momen tertentu.
Media sosial turut membuat kebiasaan ini semakin mudah ditemukan. Istilah little treat banyak digunakan untuk menggambarkan kesenangan sederhana dalam rutinitas sehari-hari, sekaligus menunjukkan perubahan cara sebagian anak muda memandang penghargaan terhadap diri sendiri.
Namun, kebiasaan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Pembelian kecil yang dilakukan berulang kali tetap dapat menjadi pengeluaran besar apabila tidak diperhitungkan.
Pada akhirnya, little treat bukan tentang seberapa mahal sesuatu yang dibeli. Kebiasaan ini lebih sederhana: memberi ruang untuk menikmati sesuatu yang disukai setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Sebab, terkadang bentuk penghargaan terhadap diri sendiri memang tidak harus besar. Bisa saja hanya berupa minuman favorit dalam perjalanan pulang.

