Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    Maret 30, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Komisi A DPRD Bontang Prioritaskan Penurunan Stunting
    DPRD Bontang

    Komisi A DPRD Bontang Prioritaskan Penurunan Stunting

    SittiBy SittiOktober 21, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Komisi A DPRD Kota Bontang memulai periode kerjanya dengan menggelar rapat perdana bersama sejumlah OPD mitra pada Senin (21/10/2024). Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya penurunan angka stunting di Kota Bontang.

    Ketua Komisi A Heri Keswanto mengatakan bahwa masalah stunting harus segera diatasi karena berdampak langsung pada kualitas hidup dan masa depan anak-anak di Bontang. Menurutnya, langkah-langkah yang lebih efektif perlu segera diambil untuk mengurangi angka stunting secara signifikan.

    “Kami di Komisi A akan bekerja keras untuk membantu menurunkan angka stunting. Ini menjadi salah satu prioritas kami selama periode ini,” kata Heri saat membuka rapat.

    Dalam rapat yang juga dihadiri oleh sejumlah OPD terkait, di antaranya Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

    Dinkes melaporkan program kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari pencegahan stunting, sedangkan Dinsos menyoroti pentingnya perbaikan data penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan efektif.

    Wakil Ketua Komisi A Ubayya juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara DPRD dan OPD sangat penting agar hasil yang dicapai bisa lebih maksimal. Ia berharap program penanganan stunting bisa segera memperlihatkan hasil yang positif.

    “Kami ingin memastikan bahwa semua langkah yang diambil dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Kerja sama ini sangat penting untuk mencapai itu,” ujar Ubayya.

    Selain stunting, rapat juga membahas beberapa isu strategis lainnya. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) membahas penanganan pengangguran, sementara Dinas Pendidikan mengangkat isu bullying di sekolah-sekolah. Badan Kesbangpol menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban Bontang melalui kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.

    Disdukcapil juga melaporkan perkembangan terbaru dalam hal pendataan kependudukan, dan Dinsos menyoroti upaya peningkatan layanan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang memerlukan perhatian khusus.

    Di akhir rapat, Heri Keswanto menyampaikan terima kasih kepada OPD mitra yang telah hadir dan memberikan masukan. Ia berharap sinergi yang terbangun antara DPRD dan OPD dapat mempercepat pencapaian target, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting di Bontang.

    “Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa program-program berjalan sesuai harapan. Semoga ke depannya, kita bisa bekerja sama lebih erat,” ujar Heri menutup rapat.

    DPRD Bontang Heri Keswanto Stunting Ubayya
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026

    Kaltim Hadapi Tantangan Tekan Stunting Baru Lahir, Dinkes Fokus Perkuat Intervensi pada Ibu Hamil

    Agustus 15, 2025

    DPRD Kawal Gratispol dan Jospol untuk Turunkan Stunting Kaltim

    Agustus 11, 2025

    Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak

    Juli 4, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    RidhoMaret 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti masih adanya…

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026
    Our Picks

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    Maret 30, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026

    Gubernur Rudy Mas’ud Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Terealisasi 92,61 Persen

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.