Reporter : Asih – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Balikpapan – Perkumpulan Pemuda Dayak perwakilan Balikpapan, Samarinda, Kutai Barat, Bontang dan Kutai Timur mendatangi Polda Kaltim, Senin (11/1/2021).
Mereka melaporkan Hendra dan Basuki Rahmat yang dianggap telah melecehkan adat-istiadat, lantaran mengaku sebagai anggota dan menggunakan atribut Pasukan Merah untuk kepentingan pribadi.
Hal ini mendapat tanggapan serius dari Ketua Umum Macan Borneo, Basuki Rahmat.
Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Cafe Wakul Perumahan Pelangi Kecamatan Balikpapan Selatan, Selasa (12/1/2021), Basuki Rahmat mengatakan bahwa dirinya adalah Pimpinan Serdaduuq Adat Wilayah Kota Balikpapan. Sedangkan Hendra adalah calon pemimpin wilayah Kutai Timur.
“Saya Serdaduuq Adat Balikpapan yang dilantik menjadi pimpinan/pemanuq oleh Lembaga Adat Dayak Tanjung Benua Bantian Provinsi Kalimantan Timur dengan acara adat dan ritual,” tegas Basuki Rahmat.
Basuki Rahmat juga menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah membawa nama dan menggunakan atribut Pasukan Merah. Atribut yang digunakan adalah milik Serdaduuq Adat.
“Atas nama pribadi saya tidak pernah membawa nama Pasukan Merah dan atribut milik ormas lain. Apa lagi untuk kepentingan pribadi. Atribut yang digunakan adalah milik Serdaduuq Adat,” tegasnya.
Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, Basuki Rahmat mengaku siap bilamana dipanggil untuk memberikan keterangan dan klarifikasi di hadapan penyidik Polda Kaltim.
“Namun sangat disayangkan, mengapa sebelumnya tidak dilakukan komunikasi secara kekeluargaan. Sehingga jika terjadi miskomunikasi atau salah paham dapat dipecahkan secara bersama,” pungkasnya.
