Insitekaltim, Samarinda – Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Juni 2026 mulai menjadi perhatian serius terhadap ketahanan pangan, terutama di wilayah Mahakam Ulu (Mahulu) yang masih menghadapi tantangan akses distribusi dan keterbatasan pasokan kebutuhan pokok.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pun kembali menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) berupa beras kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Penyaluran tersebut menjadi tahap kedua setelah sebelumnya dilakukan pada 17 Agustus 2026.
Staf Ahli Bidang III Sekretariat Daerah Provinsi Kaltim Puguh Harjanto mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemprov Kaltim terhadap Mahulu yang menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Semangat kita Mahulu salah satu atensi Kaltim untuk kita selalu support. Yang paling penting adalah kolaborasi kita bersama,” ujar Puguh, Sabtu, 5 September 2026.
Menurutnya, tantangan pangan pada 2026 tidak ringan. Kondisi kemarau berkepanjangan yang dipengaruhi fenomena El Nino berpotensi berdampak terhadap sektor pelayanan masyarakat, termasuk ketersediaan dan harga pangan.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah.
Puguh menyebut distribusi sekitar 52 ton beras ke Mahulu diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan potensi lonjakan harga di tengah kondisi distribusi yang tidak mudah.
“Ini juga turut andil dalam menjaga lonjakan harga, tentu salah satunya juga pengendalian inflasi Kalimantan Timur. Dan penting bagi kita untuk memastikan ketersediaan pangan ini bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan logistik menjadi tantangan tersendiri bagi Mahulu. Akses darat menuju wilayah seperti Long Apari masih terus dibenahi, sementara jalur sungai juga dinilai perlu diperkuat sebagai bagian dari sistem distribusi pangan.
Pemprov Kaltim juga mendorong penguatan cadangan pangan daerah dan pembangunan gudang logistik di Mahulu agar distribusi tidak sepenuhnya bergantung dari wilayah luar.
“Kalau bisa tadi gudang jadi esensial penting sekali, memudahkan distribusi ke masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyebut bantuan CPPD tersebut menjadi dukungan berarti bagi masyarakat di tengah kekeringan dan terbatasnya pasokan kebutuhan pokok.
“Di tengah kondisi kekeringan dan terbatasnya pasokan kebutuhan pokok di Mahakam Ulu, penyaluran cadangan pangan pada hari ini merupakan dukungan yang sangat berarti bagi masyarakat kami,” kata Angela.
Ia mengatakan Pemkab Mahulu juga tengah memperkuat cadangan pangan daerah melalui Bulog Kantor Cabang Samarinda. Selain itu, Pemkab Mahulu mengusulkan kehadiran Bulog melalui pembangunan Tempat Penyimpanan Pangan (TPP) yang saat ini masih dalam proses.
Angela berharap sinergi antara Pemprov Kaltim, Pemkab Mahulu, Bulog, dan seluruh pihak terkait dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah Long Pahangai dan Long Apari, dapat lebih terjamin.
“Semoga bantuan ini dapat sampai dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu,” pungkasnya.

