Insitekaltim, Samarinda – Pemindahan lampu Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri menjadi langkah strategis untuk mengejar standar pencahayaan kompetisi Super League dan Asian Football Confederation (AFC) 2026. Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) Rasman.
Berdasarkan kajian teknis, pencahayaan Stadion Segiri yang saat ini baru mencapai 935 lux dinilai belum memenuhi standar minimal 1.800 lux.
Menurut Rasman, hasil simulasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Philips menunjukkan pemindahan lampu dari Stadion Palaran dapat meningkatkan pencahayaan Stadion Segiri hingga mencapai sekitar 1.667 lux.
“Artinya, setelah lampu dipindahkan, Stadion Segiri hanya membutuhkan tambahan sekitar 133 lux atau delapan unit lampu lagi untuk memenuhi standar 1.800 lux,” ujarnya di Kantor Dispora Kaltim, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Komplek Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Senin, 6 Juli 2026.
Sementara itu, hasil simulasi tim teknis PSSI menunjukkan kebutuhan tambahan pencahayaan sedikit lebih besar. Berdasarkan perhitungan tersebut, Stadion Segiri masih memerlukan sekitar 300 lux atau setara 10 unit lampu untuk memenuhi standar internasional.
Meski terdapat perbedaan hasil simulasi, Rasman menegaskan kedua kajian sama-sama menunjukkan bahwa pemindahan lampu dari Stadion Palaran merupakan solusi paling efektif untuk mempercepat peningkatan kualitas pencahayaan Stadion Segiri.
Ia juga memastikan dari sisi konstruksi tidak ada persoalan. Tiang lampu Stadion Segiri dinilai mampu menopang lampu Philips milik Stadion Palaran karena bobotnya lebih ringan dibanding lampu yang saat ini terpasang.
Namun demikian, proses pemindahan tidak sekadar membongkar dan memasang lampu. Rasman menjelaskan terdapat sejumlah penyesuaian teknis yang harus dilakukan, mulai dari sistem instalasi, dudukan lampu, lensa, kabel, hingga power supply atau driver. Seluruh proses tersebut akan berada di bawah pengawasan tim teknis PSSI agar sesuai standar yang ditetapkan.
Di sisi pembiayaan, Pemprov Kaltim menyiapkan skema alternatif mengingat waktu pelaksanaan yang terbatas. Jadwal Super League yang akan dimulai pada awal September 2026 serta agenda AFC pada awal Oktober 2026 membuat pekerjaan harus segera dilaksanakan, sementara anggaran melalui APBD murni telah terlewati dan APBD Perubahan belum ditetapkan.
“Opsi CSR dari perusahaan pertambangan, perkebunan, BUMD Kaltim, maupun partisipasi pihak ketiga saat ini menjadi jalur yang paling tepat dan cepat agar realisasi di lapangan tidak terhambat,” terangnya.
Pemprov Kaltim berharap peningkatan pencahayaan Stadion Segiri dapat memenuhi standar nasional maupun internasional termasuk dalam perbaikan Giant Screen/Scoring Board dan lapangan latihan sehingga mendukung pelaksanaan kompetisi Super League, sekaligus membuka peluang stadion tersebut digunakan dalam agenda sepak bola Timnas dan agenda internasional di masa mendatang.

