Insitekaltim, Samarinda – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Hotmarulitua (HMT) Manalu, menyoroti tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di dalam kota yang dipicu oleh aktivitas kendaraan berat khususnya truk kontainer.
Menurutnya, sejumlah insiden yang terjadi belakangan ini sebagian besar melibatkan kendaraan pribadi. Namun, tetap berkaitan dengan tingginya mobilitas angkutan barang di jalan perkotaan.
“Kalau dilihat dari kejadian, banyak kecelakaan melibatkan kendaraan pribadi. Tapi tetap harus kita evaluasi secara menyeluruh, termasuk faktor jalan, rambu, dan kondisi kendaraan,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.
Ia menjelaskan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas bukan menjadi kewenangan Dishub, melainkan aparat kepolisian sesuai aturan perundang-undangan.
Oleh karena itu, pihaknya lebih fokus pada upaya pencegahan melalui sosialisasi dan penataan sistem transportasi.
Salah satu solusi yang didorong adalah pemindahan aktivitas pergudangan dari dalam kota ke kawasan Palaran. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi kepadatan kendaraan besar di jalan utama.
“Masalah utamanya ada di hulu yakni pergudangan yang masih berada di dalam kota. Ini menyebabkan kendaraan kontainer keluar masuk dan parkir di badan jalan,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga diperparah oleh keterbatasan ruang di gudang, sehingga truk sering berhenti di pinggir jalan dan meningkatkan potensi kecelakaan.
Ia mengungkapkan usulan pemindahan pergudangan ke Palaran sudah disampaikan sejak beberapa tahun terakhir dan kembali didorong dalam rapat bersama DPRD.
“Kalau pergudangan dipindahkan distribusi bisa diatur. Dari pelabuhan langsung ke Palaran, lalu menggunakan kendaraan kecil masuk ke kota,” katanya.
Dengan skema tersebut, diharapkan arus lalu lintas menjadi lebih tertib dan risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.

