Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polresta Samarinda Ungkap 73 Kasus Narkotika, Sita 3,4 Kg Sabu dalam Tiga Bulan

    April 13, 2026

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran
    Kesehatan

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 13, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kabid P2p Dinkes Kota Samarinda, Nata Siswanto saat memberikan penjelasan mengenai jumlah kasus TBC Dan HIV/AIDS (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kasus Tuberkulosis (TBC) di Kota Samarinda masih tergolong tinggi, dengan temuan mencapai sekitar 4.000 kasus dari hasil skrining sepanjang tahun sebelumnya.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda Nata Siswanto menjelaskan, tingginya angka tersebut tidak terlepas dari upaya deteksi dini yang terus dimaksimalkan.

    “Semakin kita intens melakukan deteksi dini, maka kasus yang ditemukan juga akan meningkat. Itu artinya kita berhasil menemukan lebih banyak penderita untuk segera ditangani,” ujarnya, Senin 13 April 2026.

    Pada tahun sebelumnya, pihaknya melakukan skrining terhadap sekitar 19.000 hingga 20.000 orang, dengan hasil sekitar 4.000 kasus positif TBC. Meski demikian, pihaknya optimistis angka kasus dapat ditekan seiring dengan pengobatan yang berjalan.

    “Kalau penanganannya maksimal, nanti pada waktunya angka kasus juga akan menurun,” jelasnya.

    Untuk tahun 2026, proses penanganan masih berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari pemerintah pusat, meskipun terdapat sejumlah kendala di lapangan.

    Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan anggaran, akibat efisiensi yang berdampak pada pengadaan Bahan Habis Pakai (BHP) untuk kebutuhan deteksi dini.

    “Tahun ini ada efisiensi anggaran, jadi beberapa kebutuhan seperti bahan pemeriksaan masih belum mencukupi untuk satu tahun penuh,” ungkapnya.

    Meski menghadapi keterbatasan pihaknya memastikan program penanggulangan tetap berjalan optimal, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

    “Anggaran memang menurun tapi itu tidak menjadi alasan. Program tetap harus berjalan,” tegasnya.

    Selain TBC kasus HIV/AIDS juga menjadi perhatian, dengan temuan sekitar 492 kasus pada tahun 2025. Namun ia belum dapat memastikan perbandingan angka tersebut dengan daerah lain di Kalimantan Timur.

    Nata menegaskan, penanganan penyakit menular seperti TBC dan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

    “Kami butuh dukungan semua pihak, tidak hanya Dinas Kesehatan, tapi juga masyarakat dan stakeholder lainnya,” katanya.

    Ia berharap dengan adanya dukungan, termasuk rencana pembentukan peraturan daerah (Perda), penanggulangan penyakit menular di Samarinda dapat lebih optimal ke depan.

    “Harapannya dengan adanya Perda nanti, penanganan TBC bisa lebih maksimal dan terarah,” pungkasnya.

    Nata Siswanto P2P Perda TBC
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    TWAP Samarinda Tanggapi Sudarno, Tegaskan Pernyataan Andi Harun Soal JKN Bukan Hoaks

    April 11, 2026

    Ismed Tegaskan Makan Berlemak Saat Lebaran Aman, Asal Tak Berlebihan

    Maret 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polresta Samarinda Ungkap 73 Kasus Narkotika, Sita 3,4 Kg Sabu dalam Tiga Bulan

    Ratu ArifanzaApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mengungkap 73 kasus penyalahgunaan narkotika selama periode Januari hingga Maret…

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026

    Pemprov Kaltim Gelar Coffee Morning Bersama Ormas, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi

    April 13, 2026
    1 2 3 … 3,054 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.