Insitekaltim, Samarinda — Sebuah kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan crude palm oil (CPO) dilaporkan menyenggol tiang fender yang sedang dalam proses pembangunan di sekitar Jembatan Mahakam.
Insiden tersebut sempat memunculkan isu bahwa kapal menabrak jembatan, namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda Ridha Rengreng menyampaikan, dirinya langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Semalam saya turun langsung setelah menerima informasi adanya isu bahwa Jembatan Mahakam ditabrak. Saya langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan BUP Pelindo termasuk pandu kapal untuk memastikan kejadian yang sebenarnya,” ujar Ridha, Senin, 9 Maret 2026.
Berdasarkan hasil koordinasi awal dengan nahkoda dan pandu kapal, diketahui bahwa kapal tidak menabrak tiang jembatan, melainkan hanya menyenggol tiang fender yang sedang dalam tahap pembangunan.
“Ternyata nahkoda dan pandu menginformasikan bahwa yang disenggol adalah tiang fender yang sedang dibangun. Jadi bukan tiang jembatan. Kapal yang menyenggol itu bermuatan BBM dan CPO,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak fatal. Meski demikian, pihak KSOP tetap akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi fender yang sedang diperbaiki.
“Alhamdulillah tidak ada kejadian yang fatal. Namun kami tetap akan berkoordinasi dengan PUPR dan juga konsultan yang menangani perbaikan fender untuk memastikan apakah benturan tersebut berpotensi menimbulkan dampak ke depannya,” katanya.
Sedikit menambahkan, pihaknya juga telah mengingatkan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) agar lebih mengoptimalkan sarana dan prasarana keselamatan pelayaran, terutama dalam proses pengolongan kapal di sekitar jembatan.
“Di lokasi sebenarnya sudah ada tiga assist dan satu escort, sehingga aspek keselamatan seharusnya bisa terakomodasi dengan baik apabila semuanya berjalan optimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, saat ini kapal yang terlibat dalam insiden tersebut tengah ditahan sementara oleh otoritas pelabuhan untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan pada kapal yang dapat membahayakan pelayaran.
“Kapal saat ini kami tahan dulu agar tidak melakukan pergerakan. Selain memastikan kondisi fender, kami juga harus memastikan kondisi kapal. Jangan sampai ada kerusakan dan kapal bergerak justru berpotensi tenggelam,” jelasnya.
Diakhir pernyataannya, KSOP Samarinda saat ini masih melakukan pendalaman terkait penyebab kejadian tersebut dengan memanggil sejumlah pihak yang bertugas saat insiden berlangsung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan nahkoda dan pandu yang bertugas saat itu. Kita ingin memastikan apakah ada kelalaian atau memang faktor alam, karena saat kejadian cuaca memang cukup ekstrem, habis hujan bahkan masih rintik-rintik,” pungkasnya.
