Reporter : Angel – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Aji Sofyan Efendi mengatakan bahwa Kalimantan Timur harus menerima investor masuk karena kebutuhan anggaran.
Aji Sofyan mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (6/1/2021).
Pembiayaan pembangunan Kaltim bersumber pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN). Sedangkan tahun ini, APBN dan APBD sepertinya masih akan berfokus untuk penanganan dan pemulihan dampak Covid-19.
“Berat dalam perseptif keuangan negara dan daerah. Karena kita masih perang dengan Covid-19 itu yang menjadi perhatian utama,” ungkapnya.
Aji Sofyan mengatakan jika memang ada investor yang ingin masuk maka seharusnya disambut dengan baik.
“Karena memang kita tidak memiliki kemampuan untuk membiayai pembangunan secara menyeluruh,” jelasnya.
Kaltim kata Aji, semestinya tidak alergi dengan investor sepanjang ada titik temu, win win solution.
“Kaltim butuh investor, karena kita tidak cukup punya uang untuk membangun dengan APBD dan APBN. Konsentrasi masih Covid-19. Kecuali APBD kita Rp20 triliun atau APBN Rp10 ribu triliun,” tukasnya.
Soal asal investor, tak masalah. Boleh dari China, Eropa atau Amerika, dari mana pun sepanjang saling menguntungkan.
